IHSG Kembali Naik 0,60% di Level 7.373,964
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat 44,162 poin atau naik 0,60% menjadi 7.373,964, Kamis (07/3/2024), dari penutupan Rabu (0...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat 44,162 poin atau naik 0,60% menjadi 7.373,964, Kamis (07/3/2024), dari penutupan Rabu (06/3/2024) di posisi 7.329,80. Ini seiring naiknya harga saham 287 dari 768 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Kamis (07/3/2024). IHSG hari ini sempat melejit ke posisi tertinggi harian di level 7.386,874.
Emiten yang harga sahamnya ditutup naik, antara lain, BBCA menguat 1,76% jadi Rp10.125 per saham. UNVR terangkat 1,49% ke Rp2.730, HMSP naik 0,59% ke Rp855, BBRI naik 0,40% jadi Rp6.225, BMRI menguat 0,35% jadi Rp7.100, dan BBNI naik 0,42% jadi Rp5.975 per saham.
Sedangkan saham GGRM mengalami penurunan harga 0,12% jadi Rp20.050 per unit. SMGR tertekan 0,42% jadi Rp5.925, ASII turun 0,97% ke Rp5.125, UNTR turun 1,34% jadi Rp24.000, dan KLBF turun 2,33% ke harga Rp1.465 per saham.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah