Kisah Aldo Henry Artoko: Dari Pecinta Alam Jadi Bos Arkora Hydro

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Aldo Henry Artoko, Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), punya cerita perjalanan karir yang penuh inspirasi. Awalnya, ia aktif sebagai pecinta alam, namun kini ia dikena...

Kisah Aldo Henry Artoko: Dari Pecinta Alam Jadi Bos Arkora Hydro
Bacakan Artikel

Selain pendanaan, regulasi pemerintah juga menjadi hambatan. โ€œPeraturan itu sulit banget,โ€ kata Aldo. Tetapi, pengalaman membuatnya lebih paham cara mengurus izin dengan efisien.

Aldo juga menekankan pentingnya tim yang solid dan dukungan keluarga. โ€œIstri saya selalu mendukung, terutama di masa-masa sulit,โ€ ujarnya. Ia juga banyak belajar dari sang ayah yang seorang pengusaha. โ€œKerja keras itu penting. Itu yang saya pelajari dari ayah saya,โ€ kenangnya.

Bagi Aldo, kunci sukses adalah kerja keras. โ€œLakukan yang terbaik dalam segala hal, sekecil apa pun tugasnya,โ€ pesannya. โ€œKerja keras pasti akan dihargai,โ€ imbuhnya.

Arkora Hydro: Dari Awal Kecil Hingga Menjadi Pelopor Energi Hijau di Indonesia

Proyek pertama Arkora Hydro dengan kapasitas 7,4 megawatt resmi beroperasi pada 2017. Aldo menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting. โ€œProyek awal kami memang kecil, tapi kepercayaan PLN meningkat. Setelah itu, kami bisa mengajukan proyek yang lebih besar,โ€ ungkapnya.

Arkora Hydro baru mulai meraih pendapatan di tahun yang sama, tujuh tahun setelah berdiri. โ€œDari 2010 sampai 2017, kami tidak menerima uang sama sekali,โ€ kenang Aldo. Meski demikian, keyakinannya terhadap masa depan perusahaan tak pernah pudar. Setelah proyek pertama selesai, pendapatan mulai mengalir. "Perusahaan butuh modal besar, tapi setelah konsep terbukti berhasil, investor mulai masuk," ujarnya. Salah satu investor utama Arkora adalah perusahaan private equity asal Amerika yang hingga kini menjadi pemegang saham minoritas.

[caption id="attachment_1649" align="alignnone" width="1280"] Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/7)[/caption]

Keberhasilan Arkora makin nyata setelah melakukan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) dan menerbitkan green bond pada 2023. Langkah ini mendapat respons positif dari investor. โ€œSekarang banyak bank dan manajer aset yang sadar bahwa investasi di energi hijau adalah masa depan,โ€ kata Aldo.

Meski akses pendanaan kini lebih mudah, tantangan tetap ada, terutama dalam skala operasional. Saat ini, Arkora sedang mengerjakan tiga proyek PLTA sekaligus dan merencanakan pengembangan lebih banyak proyek ke depan. โ€œVisi kami adalah terus berkembang. Itu berarti membangun lebih banyak proyek,โ€ ujarnya penuh optimisme.

Arkora juga berfokus pada pengembangan 10 proyek baru. Aldo berharap semuanya selesai tepat waktu. โ€œSetelah ini, kami siap membangun lebih banyak lagi,โ€ katanya. Dengan potensi besar energi terbarukan di Indonesia, Aldo yakin Arkora dapat menjadi pemain utama di sektor energi hijau nasional.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: