Kisah Aldo Henry Artoko: Dari Pecinta Alam Jadi Bos Arkora Hydro
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Aldo Henry Artoko, Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), punya cerita perjalanan karir yang penuh inspirasi. Awalnya, ia aktif sebagai pecinta alam, namun kini ia dikena...
Saat ini, Arkora mengelola kapasitas pembangkit listrik kontraktual sebesar 42,8 megawatt (MW). Aldo berharap kapasitas ini terus meningkat. โKami berharap ada peningkatan kapasitas signifikan, baik akhir tahun ini maupun awal tahun depan,โ ungkapnya.
Aldo juga menekankan pentingnya kerjasama dengan PLN untuk memastikan kelancaran proyek. โKami ingin proses ini berjalan baik agar kapasitas meningkat signifikan,โ katanya.
Visi jangka panjang Arkora adalah memaksimalkan potensi PLTA Indonesia. Menurut Aldo, hal ini dapat membantu mengurangi subsidi energi dan memperkuat kedaulatan energi nasional. โJika potensi PLTA dimaksimalkan, kita bisa mengurangi subsidi dan memperkuat kedaulatan energi negara,โ jelasnya.
Namun, membangun PLTA bukan perkara mudah. Aldo mengungkapkan, untuk menghasilkan kapasitas 1 MW, dibutuhkan biaya sekitar US$2 juta atau setara Rp25-30 miliar. โKami berusaha menemukan lokasi dengan potensi besar namun biaya lebih terjangkau,โ tambahnya. Dengan strategi ini, Arkora berhasil mengidentifikasi lokasi-lokasi potensial yang lebih efisien.
Kini, di bawah kepemimpinan Aldo, Arkora Hydro terus berkomitmen menjadi pelopor energi terbarukan di Indonesia. Perusahaan ini tidak hanya menyediakan energi bersih, tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Arkora Hydro Siap Pimpin Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia
Arkora Hydro berambisi menjadi pemimpin di sektor energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Perusahaan ini tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperluas proyek PLTA di berbagai wilayah Indonesia.
Aldo menjelaskan, visi perusahaan adalah memaksimalkan potensi hydropower di Indonesia. "Visi kami jelas, kami ingin memanfaatkan potensi hydropower Indonesia dan melibatkan populasi besar yang ada," ujarnya. Ia menargetkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, Aldo menggarisbawahi pentingnya talenta berkualitas untuk mendukung ambisi tersebut. "Mencari talenta yang tepat adalah tantangan besar. Kami butuh orang-orang dengan passion yang bisa memberikan kontribusi nyata," kata Aldo. Ia menambahkan, kesuksesan Arkora tidak hanya bergantung pada proyek besar, tetapi juga pada kemampuan menarik generasi muda yang berbakat.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Jejak Gemilang Perry Warjiyo, dari Staf hingga Dua Periode Memimpin Bank Indones...
- Nakhoda Baru ASII: Rudy Siap Bawa Astra International Makin Terbang Tinggi
- Eksodus Petinggi Pasar Modal: Jejak Panjang Karier Iman, Mahendra, Inarno, dan M...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...