Konflik Iran Bayangi Pasokan Energi, Bursa Saham Asia Berhasil Rebound
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Investor terus mencermati dampak konflik Iran terhadap pasokan energi global....
Di bursa regional, indeks Kospi Korea Selatan berbalik arah dan ditutup naik tipis pada level 5.584,87. Sehari sebelumnya, Kospi baru saja mencatat rekor kinerja harian terbaik sejak 2008. Indeks Kosdaq khusus saham kecil melonjak 3,43% ke posisi 1.154,67.
Kosdaq 150 berjangka bahkan melesat 6% pada awal perdagangan. Lonjakan tajam ini langsung memicu penghentian perdagangan sementara selama lima menit.
Saham perusahaan pertahanan LIG Nex1 terbang lebih dari 9%. Kenaikan ini dipicu laporan media Korea Selatan soal keampuhan sistem pertahanan udara buatan mereka. Sistem tersebut sukses mencegat rudal Iran di wilayah Uni Emirat Arab.
Bursa Jepang juga ikut mencetak rapor hijau dan menghapus kerugian awal. Indeks Nikkei 225 naik 0,62% dan berakhir di posisi 55.620,84. Indeks Topix turut menguat 0,39% menjadi 3.716,93.
Sebuah laporan menyoroti langkah besar SoftBank. Perusahaan ini sedang mengincar pinjaman rekor senilai USD 40 miliar untuk mendanai investasi di OpenAI. Kabar ini berhasil mengerek saham Softbank Group Corp naik 1,6%.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...