Konflik Iran Bayangi Pasokan Energi, Bursa Saham Asia Berhasil Rebound
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Investor terus mencermati dampak konflik Iran terhadap pasokan energi global....
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Investor terus mencermati dampak konflik Iran terhadap pasokan energi global. Pasar Asia berhasil bangkit menjelang akhir sesi menyusul pelemahan di bursa Wall Street.
Mengutip CNBC International, harga minyak sempat menembus level USD 80 per barel pada malam hari. Namun, harga komoditas ini mulai mereda pada hari Jumat. Minyak mentah berjangka Brent turun 0,3% menjadi USD 85,14.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS menyusut 0,53% ke posisi USD 80,58. Sehari sebelumnya, WTI sempat mencetak lonjakan harian terbesar sejak Mei 2020.
Ketidakpastian baru kembali membayangi sektor perdagangan global. Jaksa Agung New York Letitia James dan 23 jaksa wilayah lainnya resmi mengajukan gugatan. Mereka berusaha memblokir aturan tarif global Presiden Donald Trump.
Gugatan ini menyusul putusan Pengadilan Perdagangan Internasional AS pada hari Kamis. Pengadilan menetapkan hak pengembalian dana tarif bagi banyak perusahaan. Keputusan ini berlaku untuk bea masuk era Trump pasca pembatalan oleh Mahkamah Agung.
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...