Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II 2026

Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ€“ Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada semester I-2026 tetap solid. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih, pendapatan berbasis komisi, dan ekspansi kredit. Namun, tekanan terhadap net interest margin (NIM) akibat kenaikan biaya dana masih menjadi perhatian utama.

Dalam riset bertajuk BBNI 1H26 Earnings Key Takeaways, Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Kevin Yudha Pratama, menyebut BBNI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp10,8 triliun pada semester I-2026 atau naik 6,6% dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara itu, pre-provision operating profit (PPOP) mencapai rekor tertinggi Rp18,5 triliun, meningkat 14,5% secara tahunan. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 14,2% menjadi Rp22,3 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) juga tumbuh 14,2% menjadi Rp9 triliun. Di sisi lain, beban pencadangan melonjak 42,1% secara tahunan sehingga membatasi pertumbuhan laba bersih. Pada kuartal II-2026, laba bersih tercatat Rp5,1 triliun, turun 10% dibanding kuartal sebelumnya.

Kevin mengatakan, "BBNI membukukan laba inti semester I-2026 yang mencetak rekor, didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi. Namun, kenaikan pencadangan membatasi pertumbuhan laba bersih dibanding kekuatan operasional intinya."

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp968,5 triliun, tumbuh 24,4% dibanding tahun lalu atau 7,7% sejak awal tahun. Pertumbuhan tersebut sudah mendekati batas bawah target manajemen tahun 2026 sebesar 8%-10%.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: