Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II 2026
Ekspansi kredit terutama berasal dari segmen Enterprise, korporasi BUMN, dan pembiayaan program pemerintah melalui Agrinas. Sebaliknya, kredit korporasi swasta, konsumer, dan usaha kecil masing-masing hanya tumbuh 9,6%, 9,4%, dan 4,9% secara tahunan.
Menurut Kevin, "Pertumbuhan kredit tetap kuat, tetapi masih didominasi pembiayaan wholesale dan program pemerintah."
Kiwoom juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap margin bunga bersih. NIM bank secara standalone turun menjadi 3,6% dari 3,8% pada semester I-2025. Imbal hasil kredit (loan yield) juga turun menjadi 6,9% dari 7,3%.
Pada saat yang sama, biaya dana pihak ketiga meningkat menjadi 2,63% pada kuartal II-2026 dari 2,49% pada kuartal I-2026. Deposito berjangka melonjak 50,7% secara tahunan, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan dana murah (CASA) yang hanya 11,2%. Kondisi tersebut membuat rasio CASA turun menjadi 65,4% dari 72% setahun sebelumnya.
Akibat tekanan tersebut, manajemen merevisi target NIM tahun 2026 menjadi 3,3%-3,5% dari target sebelumnya 3,5%-3,8%. Sementara target pertumbuhan kredit 8%-10% dan biaya kredit (credit cost) 1%-1,2% tetap dipertahankan.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya