Pasar Saham Terimbas Uncertainty Global, BEI Siap Luncurkan Short Selling Maret 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan transaksi short selling dan intraday short selling pada kuartal pertama 2025. Jika tidak ada kendala, peluncuran instrumen ke...
"Kami berharap dengan adanya short selling, likuiditas pasar akan meningkat, dan akan ada penambahan transaksi 2-3% dari transaksi harian bursa," ujar Iman.
Sebagai langkah awal, BEI akan memperkenalkan intraday short selling. Kebijakan ini akan digunakan untuk menguji dampaknya terhadap pasar. "Kami akan mulai dengan intraday short selling untuk melihat bagaimana respons pasar," jelas Iman.
Short Selling Bisa Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Pasar
Short selling dan intraday short selling dinilai bisa membantu investor menghadapi ketidakpastian pasar global. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan kondisi ini dipicu oleh kebijakan perdagangan Amerika Serikat terhadap China, Kanada, dan Meksiko. Kebijakan tarif yang sempat diumumkan lalu ditunda membuat pasar semakin tidak menentu.
โDampaknya tidak hanya terasa di negara-negara besar, tetapi juga mempengaruhi stabilitas ekonomi di Indonesia,โ ujar Jeffrey.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...