Pasar Saham Terimbas Uncertainty Global, BEI Siap Luncurkan Short Selling Maret 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan transaksi short selling dan intraday short selling pada kuartal pertama 2025. Jika tidak ada kendala, peluncuran instrumen ke...
Ia menjelaskan, ketidakpastian ini berdampak pada nilai tukar mata uang, kebijakan perdagangan, dan rantai pasokan global. Pelaku bisnis di Indonesia pun menghadapi tantangan besar. Menurutnya, investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama di tengah fluktuasi pasar keuangan domestik yang makin tajam.
Meski sulit memprediksi perkembangan kondisi ini, investor bisa mengambil langkah antisipasi. Kata Jeffrey, investor berpengalaman dapat belajar dari periode ketidakpastian sebelumnya. Analisis terhadap kebijakan pemerintah, reaksi negara lain, serta tren historis dapat menjadi panduan dalam mengambil keputusan investasi yang lebih matang.
Jeffrey berharap, dengan adanya strategi baru ini, investor dapat mengelola portofolio mereka lebih optimal di tengah pasar yang penuh tantangan. "Dengan adanya strategi baru ini, investor diharapkan dapat lebih optimal dalam mengelola portofolio mereka di tengah kondisi pasar yang dinamis dan penuh tantangan," imbuhnya.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...