Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,06% Sepanjang 2024. Ini Alasannya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Eka Fitria, optimistis kondisi perekonomian dan pasar keuangan Indonesia akan semakin baik...
Proyeksi tersebut didasarkan pada beberapa indikator big data, seperti Mandiri Spending Index, yang menunjukkan stabilnya belanja masyarakat sepanjang kuartal ketiga tahun ini. Pola konsumsi tersebut didorong oleh perubahan gaya hidup, terutama di kalangan anak muda, yang menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi setelah pandemi COVID-19. Dari sisi sektoral, ekonomi Indonesia semakin menguat, terutama didukung oleh peningkatan di sektor-sektor yang terkait dengan mobilitas, seperti hotel dan restoran, transportasi, pergudangan, serta jasa hiburan. Selain itu, sektor manufaktur, termasuk industri logam dasar yang terkait dengan program hilirisasi, juga terus tumbuh dengan baik.
Beberapa sektor manufaktur yang berorientasi pada pasar domestik, seperti industri makanan dan minuman serta industri kimia dan farmasi, juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Namun, sektor manufaktur yang berorientasi ekspor, seperti garmen, furnitur, kayu, dan elektronik, mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor. โKe depan, diharapkan sektor ekspor ini akan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi global setelah era suku bunga tinggi berakhir,โ imbuh Eka.
Berdasarkan Mandiri Spending Index, konsumsi juga stabil di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sulawesi. Kondisi ini tentu menjadi peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh dunia usaha, terutama sektor perbankan seperti Bank Mandiri. โKami berharap fungsi intermediasi perbankan terus tumbuh, dengan pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 mencapai 11,4% year-on-year, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat,โ tandas Eka.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas
- BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Perkuat UMKM Naik Kelas hingga Siap Ekspor
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...