Hasan Fawzi: IHSG Menguat 10,51% pada Juli, Investor Asing Kembali Catat Net Buy Rp1,62 Triliun
"Ini tentu sejalan dengan arah pemulihan pergerakan harga-harga saham di pasar kita," ujar Hasan.
Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 430,46 pada Juli 2026 atau naik 0,14% secara bulanan. Sementara minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) juga tetap positif, terlihat dari posisi net buy sebesar Rp6,39 triliun secara month-to-date hingga 29 Juli 2026.
Perbaikan pasar saham turut mendorong industri pengelolaan investasi. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026 atau naik 1,59% secara month-to-date.
Investor reksa dana juga membukukan net subscription Rp3,43 triliun selama Juli. Secara year-to-date, total net subscription mencapai Rp1,29 triliun.
Hasan menambahkan jumlah investor pasar modal terus meningkat. Sepanjang Juli 2026, jumlah investor bertambah sekitar 1,1 juta sehingga total investor mencapai 30,06 juta atau tumbuh 47,63% secara year-to-date.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...