KKGI dan TPMA Dirikan Perusahaan Patungan untuk Perkuat Logistik Batu Bara
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) bersama PT Trans Power Marine (TPMA) telah mendirikan perusahaan patungan bernama, PT Trans Bahtera Pioneer (TBP) pada 18 Desember 2024....
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) bersama PT Trans Power Marine (TPMA) telah mendirikan perusahaan patungan bernama, PT Trans Bahtera Pioneer (TBP) pada 18 Desember 2024. Pendirian perusahaan patungan TBP ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam memperkuat akses layanan logistik batu bara..
Modal disetor Trans Bahtera Pioneer (TBP) adalah sebesar Rp51,5 miliar. KKGI dan TPMA masing-masing akan menyetor modal sebesar Rp 25,75 miliar yang berasal dari dana internal masing-masing perusahaan tersebut. Sehingga, komposisi pemegang saham TBP terbagi rata, yakni 50% untuk KKGI dan 50% untuk TPMA.
Direktur KKGI Agoes Soegiarto Soeparman dalam keterangan, Jumat (20/12/2024) mengatakan, TBP berencana melakukan investasi sebesar kurang lebih Rp200 miliar untuk pembelian enam set tugboat & barge bekas maupun baru untuk tahun pertama. Diharapkan, ย Trans Bahtera Pioneer (TBP) bisa berkembang hingga memiliki 20 set di tahun tahun yang mendatang. Adapun pembiayaan untuk investasi tersebut akan terdiri dari minimum 20% yang bersumber dari arus kas internal TBP, dan sisanya akan dibiayai melalui pinjaman bank.
Menurut Agoes, pendirian perusahaan patungan ini memiliki tujuan strategis. Bagi KKGI, kemitraan ini memberikan akses langsung ke layanan logistik. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada penyedia jasa eksternal sekaligus meningkatkan efisiensi biaya transportasi. Dengan begitu, kelancaran rantai pasokan batu bara bisa lebih terjamin.
Sementara itu, bagi TPMA, kerja sama ini memberikan kepastian pasokan batu bara yang stabil dari anak usaha. Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang untuk optimalisasi aset yang dimiliki TPMA.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah