FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai dan Luncurkan Varian Baru

FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai dan Luncurkan Varian Baru
Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah
Bacakan Artikel

Dari sisi penjualan, transaksi Fore masih didominasi kanal milik sendiri, yakni pembelian langsung di gerai dan aplikasi Fore. Kedua kanal tersebut menyumbang lebih dari 70% transaksi.

Strategi tersebut diterapkan agar perseroan tidak terlalu bergantung pada platform layanan pesan-antar pihak ketiga seperti GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood.

"Itu memang kita lakukan by design. Kita usahakan traffic-nya kalau bisa dalam ekosistem kita saja, jadi lebih terkontrol," ujar Fahmi.

Fore juga masih agresif melakukan ekspansi setelah memperoleh dana dari penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan gerai baru karena perseroan masih berada dalam fase pertumbuhan.

Pada 2024, Fore membukukan pendapatan sekitar Rp1 triliun. Tahun berikutnya pendapatan meningkat menjadi sekitar Rp1,5 triliun. Untuk 2026, perseroan kembali menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 50%.

Per awal Agustus 2026, jumlah gerai Fore telah mencapai lebih dari 380 unit. Sementara gerai donat berjumlah 14 unit di Indonesia dan lima unit di Singapura.

Fahmi menjelaskan seluruh gerai Fore dioperasikan langsung oleh perseroan tanpa sistem waralaba. Model gerai dibagi menjadi tiga kategori, yaitu gerai kecil, gerai menengah, dan gerai flagship. Sekitar 70% jaringan toko merupakan gerai berukuran menengah.

Hingga Juli 2026, jumlah karyawan Fore telah melampaui 5.000 orang di Indonesia dan Singapura. Perseroan juga menggunakan 100% biji kopi lokal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali dan Toraja.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: