Ramalan Fengshui 2026: Bursa Saham di Tahun Kuda Api Bakal Bergejolak tapi Tetap Bullish
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pasar modal Indonesia bersiap menyambut transisi energi besar dalam penanggalan Tiongkok. Tahun Kuda Api atau Bing Wu akan segera dimulai pada 17 Februari 2026 hingga 5 Febru...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pasar modal Indonesia bersiap menyambut transisi energi besar dalam penanggalan Tiongkok. Tahun Kuda Api atau Bing Wu akan segera dimulai pada 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Momentum ini diprediksi membawa dinamika unik bagi para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, membedah peluang ini secara mendalam. Ia menjadi pembicara dalam acara Market Outlook 2026 bertajuk โStrategi Kuda Api: Siap Melaju, Menerjang Peluang Baruโ. Acara tersebut digelar oleh PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Yulius menjelaskan karakter Kuda Api cenderung membuat orang mudah berapi-api. Elemen api dalam tahun ini memiliki sisi ramah dan penuh semangat. Namun, ada sisi sensitif, emosional, serta mudah meledak-ledak. Sifat ini diprediksi memengaruhi psikologi pasar secara signifikan.
Investor perlu mewaspadai fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang akan sering muncul. Isu hangat akan sangat mudah datang dan pergi atau easy come easy go. Kondisi ini membuat harga saham bisa naik dan turun dalam waktu sangat cepat.
Yulius menganalogikan tren tahun 2026 seperti buah paprika. Tampilan luar terlihat merah, seksi, dan berisi. Namun, bagian dalamnya ternyata kosong atau kekurangan fundamental. Ia mengingatkan semua pihak untuk tidak hanya memoles sisi luar atau "kosmetik" bursa semata.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...