STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong lebih banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Langkah tersebut ditempuh di tengah realisasi penawaran umum perdana saham (IPO) yang masih lebih rendah dibanding potensi perusahaan dalam antrean pencatatan.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, mengatakan strategi utama BEI difokuskan pada penyempurnaan regulasi, edukasi, serta pendampingan kepada perusahaan yang berencana melantai di bursa.
“Dari sisi regulasi, BEI berupaya agar peraturan pencatatan dapat mengakomodasi kebutuhan para pemangku kepentingan dengan memperhatikan aspek perlindungan investor. BEI akan selalu memperhatikan relevansi antara persyaratan pencatatan dengan kondisi perkembangan terkini untuk memastikan perusahaan tercatat memiliki kualitas yang baik,” kata Saidu di Press Room BEI, Kamis (9/7/2026).
Selain penyempurnaan regulasi, BEI aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada perusahaan bersama berbagai institusi, asosiasi, dan pihak ketiga terkait pilihan pendanaan melalui pasar modal.
Program tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain go public seminar atau workshop, coaching clinic, masterclass, hingga one-on-one meeting.
BEI juga menyediakan laman gopublic.idx.co.id sebagai pusat informasi mengenai pendanaan melalui pasar modal yang dapat diakses oleh pelaku usaha dan calon perusahaan tercatat.
Saidu mengatakan BEI juga terus memperluas akses informasi bagi investor mengenai emiten baru. Sebagai bahan pertimbangan investasi, BEI menyediakan informasi kinerja saham perusahaan tercatat baru melalui laman Bursa. Selain itu, perkembangan terkini perusahaan tercatat juga dapat diakses masyarakat melalui situs resmi BEI.
“Secara rutin, BEI juga melakukan berbagai macam kegiatan sosialisasi dan seminar dalam rangka pengembangan kapasitas perusahaan tercatat. Seluruh upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap BEI dan pasar modal sebagai house of growth serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi secara menyeluruh di Indonesia,” ujar Saidu.
Berdasarkan data BEI, hingga 9 Juli 2026 terdapat enam perusahaan yang telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.
Keenam emiten tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL).
Total dana yang berhasil dihimpun dari enam IPO tersebut mencapai sekitar Rp1,73 triliun. Rinciannya, WBSA menghimpun dana Rp300 miliar, JECX Rp609,979 miliar, JELI Rp239,400 miliar, BACH Rp271,830 miliar, EMMI Rp245,743 miliar, dan PRDL Rp62,748 miliar.

