STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa (7/7/2026). Penurunan terdalam dialami oleh indeks Kospi di Korea Selatan. Para investor di wilayah ini cenderung melakukan aksi jual pada hari tersebut.
Mengutip CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan merosot 4,91% ke posisi 7.656,31. Bursa Efek Korea sempat mengaktifkan penghenti perdagangan otomatis atau circuit breaker. Langkah ini dilakukan untuk menunda perdagangan selama 20 menit.
Indeks Kospi bahkan sempat anjlok lebih dari 8% pada sesi perdagangan hari itu. Hal tersebut menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat di pasar saham Korea Selatan.
Bursa saham Jepang juga berakhir di zona merah. Indeks Nikkei 225 terkoreksi 2,12% menjadi 68.256,96. Sementara itu, indeks Topix juga melemah 0,97% ke level 4.062,26.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan tipis. Indeks ini melemah 0,31% dan menetap di posisi 8.803,90.
Pasar saham China daratan tidak luput dari koreksi. Indeks CSI 300 tercatat turun 1,03% ke level 4.792,26. Indeks Shanghai Composite turun 1,26% ke posisi 3.990,235. Indeks Shenzhen Component juga melemah 1,24% menjadi 15.225,114.
Indeks Hang Seng di Hong Kong ikut merosot. Indeks tersebut turun 0,51% ke posisi 23.496,89 pada akhir perdagangan.
Koreksi tajam juga terjadi pada bursa saham Taiwan. Indeks di Taiwan anjlok 2,31% ke level 45.479,11. Indeks NZX 50 di Selandia Baru turut turun 0,37% ke posisi 13.711,5. Indeks SETI Thailand juga merosot 0,79% ke level 1.604,13.
Berbeda dengan bursa lainnya, indeks STI Singapura justru menguat. Indeks ini naik 1,57% ke posisi 5.342,24. Sementara itu, bursa Malaysia terpantau tidak mengalami perubahan atau stagnan di level 1.682,93.

