STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (8/7/2026) WIB. Penurunan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak lebih tinggi serta menjelang rilis risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,6% menjadi USD4.141,16 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,2% ke level USD4.157,40 per ons troi.
Pada perdagangan Senin, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan itu didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant, menilai pasar mulai kembali fokus pada upaya The Fed mengendalikan inflasi.
“Saya pikir kenyataannya mulai terlihat. The Fed masih sangat fokus menekan inflasi, sehingga kebijakan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama masih menjadi skenario yang paling mungkin,” ujar Grant.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 60% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September.
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat The Fed bulan Juni yang dijadwalkan dirilis Rabu waktu AS. Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di bawah Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Iran juga menyatakan tidak akan melanjutkan perundingan damai selama Presiden AS Donald Trump masih mengancam untuk kembali melanjutkan perang. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak dunia naik.
Kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi turut menekan harga emas. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan suku bunga tetap tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, bank sentral China kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut. Hingga akhir Juni, cadangan emas China mencapai 75,44 juta ons troi, naik dari 74,96 juta ons troi pada akhir Mei.
Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas pada Selasa. Selain itu, wilayah tersebut kembali mengaktifkan perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pusat cadangan emas regional.

