Respon BEI Terkait Lonjakan Saham, Berkah Prima Perkasa (BLUE) Beberkan Kelanjutan Rencana Akuisisi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) soal pergerakan harga sahamnya yang melonjak tajam. Perseroan sekaligus me...
Saat ini, rencana aksi korporasi tersebut memasuki tahap pemeriksaan tuntas atau due diligence. Para pihak juga tengah melakukan negosiasi untuk menyusun perjanjian yang mengikat.
"Sampai dengan tanggal surat ini, proses negosiasi dimaksud masih berlangsung dan belum ada kesepakatan final yang mengikat para pihak. Proses akuisisi masih dalam tahap Due Diligence dan negosiasi untuk pembuatan perjanjian yang mengikat," ujar Herman dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1).
Perseroan menegaskan hingga saat ini belum tercapai kesepakatan final yang bersifat mengikat. Manajemen berkomitmen melaporkan setiap fakta material terbaru seiring perkembangan proses tersebut kepada publik.
Berdasarkan performa pasar, kapitalisasi pasar emiten perdagangan komputer ini menanjak menjadi sekitar Rp2,18 triliun. Perusahaan saat ini memiliki rasio price to earnings (PER) sebesar 147,85 kali.
BLUE tetap konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham dengan imbal hasil (dividend yield) 0,44%. Nilai dividen kuartalan yang dibagikan tercatat sebesar Rp5,75 per saham. (daiz)
- 1
- 2
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...