STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Rans Entertainmen Indonesia (RANS) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026), hingga pukul 09.04 WIB, naik Rp58 atau terangkat 34,12% menjadi Rp228, dari harga penawaran perdana Rp170 per saham.
Menurut data RTI Business, hingga waktu tersebut, saham RANS dibuka dan bergerak di harga Rp228 per unit. Volume perdagangan saham RANS di Pasar Reguler BEI mencapai 2,20 juta unit senilai Rp505,7 juta dengan frekeunsi perdagangan sebanyak 3.182 kali.
Berdasarkan pengumuman BEI, dikutip Jumat (10/7/2026), sebanyak 12,609 miliar saham RANS bernominal Rp10 setiap saham ini dicatatkan di BEI pada Jumat (10/7/2026). Jumlah ini terdiri atas 10,084 miliar unit saham pendiri dan sebanyak 2,525 miliar saham IPO. Saham RANS dicatatkan di Papan Pengembangan BEI.
Nagita Slavina, Direktur Utama RANS mengemukakan, dari penawaran tersebut, RANS berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp429,25 miliar. Pada perdagangan perdana, saham RANS dibuka dengan kinerja positif.
Antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, di mana IPO Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, 19,80% atau sebesar Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, 18,64% atau sebesar Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, 8,15% atau sebesar Rp 35 miliar untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi, 6,98% atau sebesar Rp 29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi Perseroan, serta 8,82% atau sebesar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Didirikan pada tahun 2016 di sebuah garasi rumah, RANS memulai perjalanan sebagai kanal konten digital yang lahir dari keseharian keluarga. Dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, RANS berevolusi menjadi sebuah creator-based venture, yaitu model usaha yang mentransformasikan kreativitas dan audiens yang dimiliki kreator menjadi IP serta bisnis yang memiliki nilai komersial dan berkelanjutan, dibuktikan dengan kepercayaan lebih dari 300 brand yang telah bekerjasama dengan RANS.
Saat ini, RANS membangun ekosistem yang mencakup media hiburan digital, pengembangan intellectual property dengan nilai komersial, produk konsumen, kerja sama periklanan merek, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang didukung oleh ratusan talenta profesional sebagai pilar pertumbuhan Perseroan.
“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan” ucap Nagita.
Bagi RANS, kreativitas tidak berhenti pada terciptanya konten maupun tingginya engagement dan keterlibatan audiens. Nilai sesungguhnya tercipta ketika ide kreatif tersebut dikembangkan menjadi IP yang dapat dikomersialisasikan, diperluas ke berbagai lini bisnis, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Dana hasil IPO akan menjadi akselerator bagi strategi tersebut dengan memperkuat pengembangan intellectual property, memperluas sumber pendapatan berbasis IP, serta menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” katanya.

