Saiko Akuisisi NAYZ, Siap Ekspansi ke Bisnis Telekomunikasi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Manajemen PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) mengungkapkan rencana strategis di balik pengambilalihan saham oleh Saiko Consultancy Pte. Ltd. Aksi korporasi ini menjadi bagi...
Kenaikan harga bahan baku menjadi penyebab utama tertekannya kinerja keuangan. Manajemen menyebut penjualan produk NAYZ sangat sensitif terhadap harga. Kondisi ini menuntut penyesuaian harga jual agar profitabilitas dapat terjaga.
Penurunan kinerja tersebut menjadi salah satu alasan PT Asia Intrainvesta melepas kepemilikannya kepada Saiko. AI menilai kehadiran Saiko berpotensi memberikan nilai tambah melalui penguatan permodalan.
โTransaksi ini merupakan bagian dari langkah korporasi yang diharapkan dapat memperkuat kondisi perseroan,โ kata Arief.
Sebagai informasi, tidak terdapat hubungan afiliasi antara Saiko dengan NAYZ maupun dengan PT Asia Intrainvesta. Saiko dimiliki oleh Nusstanakit Sasiarnon dan Sawin Laosethakul masing-masing sebesar 35%, serta Mark Leong Kei Wei sebesar 30%.
- 1
- 2
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah