Suku Bunga Korea Dipangkas, Pasar Asia Langsung Naik! Tapi, Hong Kong dan Tiongkok Justru Melemah
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham Asia berakhir menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis sore (28/11/2024) waktu setempat. Penguatan ini didorong langkah mengejutkan Bank of Korea yang memangka...
Namun, tidak semua pasar bergerak positif. Hong Kong dan Tiongkok daratan justru melemah. Indeks Hang Seng anjlok 1,31%, menghapus kenaikan besar sebelumnya. Shanghai Composite turun 0,43% ke 3.295,7, sedangkan CSI 300 merosot 0,88% ke 3.872,55.
Inflasi global tetap jadi perhatian. Di Amerika Serikat, inflasi inti naik menjadi 2,8% dalam 12 bulan hingga Oktober. Angka ini sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Tekanan harga masih menjadi tantangan besar.
Pasar saham AS libur karena Thanksgiving. Namun, pada sesi terakhir, S&P 500 turun 0,38%, Nasdaq melemah 0,6%, dan Dow Jones kehilangan 0,31%. Saham teknologi besar seperti Nvidia dan Meta menyeret kinerja.
- 1
- 2
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...