Futures Bursa AS Mendatar Jelang Rilis Laba ‘Magnificent Seven’ dan Putusan The Fed

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P 500 bergerak mendatar pada perdagangan Selasa malam (28/4/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (29/4/2026). Pelaku pasar mengalihkan fokus ke laporan keuangan kuartal IV dari perusahaan teknologi yang tergabung dalam “Magnificent Seven”.

Mengutip CNBC International, selain kinerja emiten, investor menanti hasil pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pertemuan ini diperkirakan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai Ketua The Fed sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei. Kevin Warsh disebut sebagai kandidat kuat pengganti.

Data perdagangan menunjukkan futures S&P 500 naik tipis 0,1%. Nasdaq 100 futures menguat 0,2%. Sementara itu, futures Dow Jones Industrial Average bertambah 83 poin atau 0,2%.

Sejumlah saham bergerak signifikan pada sesi after-hours. Saham Starbucks melonjak 5% setelah perusahaan menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh. Sebaliknya, saham Robinhood turun 8% karena hasil kuartal pertama di bawah ekspektasi pasar.

Saham Seagate Technology dan NXP Semiconductors masing-masing melesat 15%. Kenaikan ini terjadi setelah keduanya melaporkan laba di atas estimasi serta memberikan panduan pendapatan yang positif.

Pada sesi reguler Selasa, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite terkoreksi dari rekor tertingginya. S&P 500 turun 0,49% dan Nasdaq melemah 0,9%. Indeks Dow Jones turun 25,86 poin atau 0,05%.

Sektor teknologi memimpin penurunan pasar. Tekanan dipicu laporan The Wall Street Journal yang menyebut OpenAI gagal mencapai target pendapatan dan pertumbuhan pengguna.

Dampaknya merembet ke sejumlah saham. Oracle turun 4% seiring kemitraannya dengan OpenAI dalam penyediaan komputasi. Saham Broadcom juga melemah 4%, sementara Nvidia turun lebih dari 1%.

Perhatian kini tertuju pada empat raksasa teknologi yang akan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar Rabu, yakni Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft. Investor menanti bukti pendapatan yang kuat untuk menopang besarnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Chief Investment Strategist CIO Group, Steven Wieting, menyoroti lonjakan belanja modal perusahaan-perusahaan tersebut. Ia mencatat peningkatan anggaran yang signifikan pada laporan sebelumnya.

“Keempat perusahaan ini meningkatkan belanja modal setahun penuh sebesar USD94 miliar. Mari kita lihat pernyataan mereka besok,” ujar Wieting.

Terkait kebijakan suku bunga, pasar tidak memperkirakan perubahan signifikan dari bank sentral. Pelaku pasar cenderung menanti arah kebijakan dan pernyataan Jerome Powell dalam konferensi pers mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Melemah, Saham Chip Berguguran Terseret Sentimen OpenAI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (Wall...

UEA Hengkang dari OPEC, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Negosiasi AS-Iran Masih Abu-abu, Bursa Saham Asia Pasifik Mayoritas Melemah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru