STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) berencana mengalihkan 150 juta saham hasil pembelian kembali (buyback). Pengalihan saham ini dilakukan melalui program kepemilikan saham oleh karyawan (ESAP) serta Direksi dan Dewan Komisaris (MSAP).
Manajemen MEDC akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Selasa (28/4/2026), saham yang akan dialihkan berasal dari hasil pembelian kembali tahun 2025. Jumlah 150 juta saham tersebut merupakan bagian dari total saham treasuri Perseroan.
Data per 31 Maret 2026 mencatat MEDC memiliki total saham treasuri sebanyak 455.609.908 lembar. Jumlah ini mewakili 1,81% dari total modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Rincian saham treasuri tersebut terdiri atas hasil buyback tahun 2024 sebanyak 57.518.408 saham. Selain itu, terdapat hasil buyback fase I tahun 2025 sebanyak 365.291.500 saham dan fase II sebanyak 32.800.000 saham.
Program ESAP dan MSAP merupakan bagian dari insentif berkelanjutan sejak 2017. Peserta program tidak dipungut biaya atau harga pelaksanaan. Langkah ini bertujuan memberikan penghargaan atas kinerja individu dan kontribusi terhadap operasional Perseroan.
Manajemen menegaskan, “Rencana Pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali Saham merupakan pilihan terbaik untuk mencapai manfaat bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham.”
Pelaksanaan program ini dipastikan tidak mengubah struktur permodalan MEDC. Pemegang saham tidak akan terkena efek dilusi karena menggunakan saham treasuri yang sudah ada dalam portepel.
Dewan Komisaris MEDC saat ini dipimpin oleh Yani Yuhani Panigoro sebagai Komisaris Utama. Sementara posisi Direktur Utama dijabat oleh Hilmi Panigoro.
Jadwal penting terkait rencana ini dimulai dengan pengumuman RUPST pada 28 April 2026. Batas akhir penentuan pemegang saham yang berhak hadir (recording date) jatuh pada 12 Mei 2026. Pemanggilan RUPST akan dilakukan pada 13 Mei 2026.
Ringkasan risalah RUPST rencananya diumumkan pada 5 Juni 2026. Terakhir, penyampaian salinan berita acara RUPST kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan pada 3 Juli 2026.
