STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (28/4/2026) WIB. Kenaikan dipicu kegagalan putaran kedua negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik hampir 3%. Minyak acuan global ini ditutup di level USD108,23 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik sekitar 2%. WTI berakhir di posisi USD96,37 per barel.
Pasar merespons keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana pengiriman utusan ke Islamabad, Pakistan. Sebelumnya, Trump berencana mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bernegosiasi dengan Iran.
Langkah ini memupus harapan normalisasi aliran energi melalui Selat Hormuz dalam waktu dekat. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Kepala Strategi Komoditas di ING, Warren Patterson, menilai kegagalan diplomasi memperketat pasar minyak.
“Kurangnya kemajuan berarti pasar semakin ketat setiap hari,” ujar Patterson.
Trump melalui akun Truth Social menyebut rencana perjalanan itu hanya membuang waktu. Ia menilai negosiasi cukup dilakukan melalui sambungan telepon.
“Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang semua kartu; mereka tidak punya apa-apa!” tulis Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sempat mengunjungi Islamabad pada akhir pekan. Namun, ia hanya bertemu pejabat Pakistan sebelum meninggalkan lokasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan tidak ada jadwal pertemuan dengan pihak AS. Hal ini memperkuat sinyal kebuntuan diplomatik kedua negara.
Melihat situasi tersebut, Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak. Pemulihan ekspor melalui Selat Hormuz diperkirakan memakan waktu lebih lama.
Goldman kini memproyeksikan harga Brent rata-rata mencapai USD90 per barel pada kuartal IV. Sebelumnya, proyeksi berada di level USD80 per barel.
Analis dari Citigroup bahkan memperingatkan skenario lebih ekstrem. Harga Brent berpotensi menyentuh USD150 per barel jika gangguan pasokan berlanjut hingga akhir Juni.
Di tengah ketidakpastian, laporan Axios menyebut Iran sempat menawarkan proposal baru. Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz jika konflik berakhir, namun meminta pembicaraan nuklir ditunda.
