STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Investor bereaksi negatif terhadap pengumuman mengejutkan Uni Emirat Arab (UEA) yang keluar dari keanggotaan OPEC. Sentimen pasar juga tertekan sembari menunggu respons Amerika Serikat (AS) terhadap proposal perdamaian Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,37% ke posisi 606,58. Sebagian besar sektor berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,46% ke level 8.104,09. DAX Jerman juga merosot 0,27% ke posisi 24.018,26.
Meski demikian, beberapa bursa utama masih mampu menguat tipis. FTSE 100 Inggris naik 0,11% ke level 10.332,79. FTSE MIB Italia melonjak 0,77% ke posisi 48.040,24. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,46% ke level 17.774,90.
Keputusan UEA meninggalkan OPEC menjadi pukulan bagi kartel minyak global. Hal ini memicu ketidakpastian koordinasi produksi di antara produsen minyak terbesar dunia. Di sisi lain, harga minyak merangkak naik karena ketidakpastian hasil perang Iran masih berlanjut.
Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi Presiden Donald Trump telah membahas proposal Iran. Teheran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz jika blokade AS dicabut dan perang diakhiri.
Namun, sikap Trump terhadap tawaran tersebut masih belum jelas. Ia berjanji tidak akan mencabut blokade sebelum ada kesepakatan yang sempurna.
“100% lengkap,” tegas Trump mengenai syarat kesepakatan dengan Iran sebelum blokade dihentikan.
Dari sektor korporasi, saham Bayer di bursa Frankfurt anjlok 4,6%. Raksasa bioteknologi Jerman ini tengah menghadapi gugatan hukum di Mahkamah Agung AS terkait produk herbisida Roundup. Bayer berupaya menghentikan ribuan tuntutan hukum yang menyebut kandungan glifosat dalam produknya memicu penyakit kanker.
Saham produsen obat Swiss, Novartis, naik 0,7% meski pendapatan operasional kuartal pertamanya turun 12% menjadi USD 4,9 miliar. Angka ini berada di bawah ekspektasi analis sebesar USD 5,3 billion. Sementara itu, saham BP di London melonjak 1,7% setelah melaporkan laba kuartalan yang naik dua kali lipat.
Saham Barclays turun 0,3% akibat beban kredit sebesar 200 juta poundsterling atau setara USD 270 juta pada kuartal pertama. Meski begitu, laba sebelum pajak bank asal Inggris ini naik 3% menjadi 2,81 miliar poundsterling. Barclays juga mengumumkan rencana pengembalian modal lebih dari 15 miliar poundsterling kepada pemegang saham hingga 2028.
Fokus pasar global kini tertuju pada pertemuan bank sentral pekan ini. Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of England (BOE) dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter. Investor menanti arahan suku bunga di tengah ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang terganggu akibat perang.
Pertemuan The Fed pada hari Rabu diprediksi menjadi sesi terakhir bagi Jerome Powell sebagai ketua. Kevin Warsh diperkirakan akan mengambil alih posisi tersebut pada Mei mendatang. Hal ini terjadi setelah Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan kriminal terhadap Powell.
