Kinerja Moncer Alphabet dan Amazon Kerek Futures S&P 500

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) S&P 500 merangkak naik pada Rabu malam (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026). Kenaikan ini terjadi usai rilis laporan keuangan kuartalan para raksasa teknologi.

Mengutip CNBC International, indeks S&P 500 menguat 0.3%. Nasdaq 100 juga terkerek 0.5%. Sebaliknya, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average melorot 128 poin atau setara 0.2%.

Saham Alphabet melonjak 6%. Perusahaan ini mencatatkan pendapatan kuartal pertama melampaui ekspektasi analis. Kinerja Google Cloud turut menyumbang pertumbuhan di atas prediksi pasar.

Amazon mengekor dengan kenaikan harga saham sebesar 4%. Laba kuartal pertama mereka berhasil mengalahkan estimasi. Pendapatan dari sektor komputasi awan (cloud computing) tercatat melesat tajam.

Nasib berbeda dialami oleh Meta. Saham induk Facebook ini anjlok hampir 6%. Belanja modal untuk kuartal pertama berada di bawah ekspektasi. Pertumbuhan jumlah pengguna juga mengecewakan investor.

Sementara itu, saham Microsoft cenderung bergerak stabil. Padahal perusahaan membukukan lonjakan pendapatan sebesar 40% dari Azure dan layanan cloud lainnya.

Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga. Angkanya tetap berada pada kisaran 3.5% hingga 3.75%. Keputusan ini diwarnai oleh empat pejabat Fed yang menyatakan tidak setuju (dissent).

Sonu Varghese, Global Macro Strategist Carson Group, menyoroti hambatan dalam penurunan suku bunga. Ia menilai inflasi yang meningkat membuat pejabat bank sentral tidak nyaman.

“Warsh akan kesulitan meyakinkan mayoritas untuk memangkas suku bunga,” ujar Varghese.

Pernyataan ini merujuk pada Kevin Warsh yang merupakan calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Fed.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1%. Tensi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden Donald Trump memerintahkan persiapan blokade berkepanjangan terhadap Iran.

Investor kini bersiap menanti rilis data ekonomi penting pada Kamis. Produk Domestik Bruto (PDB) awal kuartal pertama akan segera diumumkan. Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang menjadi acuan inflasi Fed juga akan dipublikasikan.

Bulan April menjadi periode gemilang bagi saham teknologi. S&P 500 berada pada jalur kenaikan 9.3%. Nasdaq melonjak 14.3%. Kedua indeks ini mencatatkan performa bulanan terbaik sejak tahun 2020.

Adapun Dow Jones diperkirakan menutup April dengan penguatan 5.4%. Ini merupakan kinerja bulanan terkuat sejak November 2024.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buntut Serangan Hukum Trump, Jerome Powell Batal Pensiun dan Bertahan di Dewan Gubernur The Fed

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk...

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5%-3,75%, Anggota FOMC Pecah Suara Terparah Sejak 1992

STOCKWATCH.ID (WASHINGTONG D.C) – Federal Reserve (The Fed) mempertahankan...

Harga Minyak Melambung Picu Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terperosok 280 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru