Futures Wall Street Bergerak Tipis, Investor Pantau Situasi Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bergerak tipis pada Minggu malam (3/5/2026) waktu setempat atau Senin pagi (4/5/2026). Pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sentimen global.

Mengutip CNBC International, kontrak berjangka S&P 500 (SPX) naik 0,1%. Nasdaq 100 futures juga menguat kurang dari 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 86 poin atau naik 0,2%.

Pada perdagangan Jumat sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 0,29%, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi melonjak 0,89%. Sebaliknya, Dow Jones melemah 152,87 poin atau turun 0,31%.

Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump di media sosial Truth Social. Trump mengumumkan peluncuran “Project Freedom” untuk membantu membebaskan kapal kargo negara netral yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada Senin.

Trump juga menginstruksikan perwakilannya untuk memastikan upaya terbaik dilakukan guna mengevakuasi kapal dan awak secara aman. Namun, hingga kini belum ada rincian teknis terkait implementasi rencana tersebut.

Di sisi lain, Iran menyatakan telah menerima tanggapan AS atas proposal perundingan damai yang sebelumnya dikirim melalui mediator Pakistan. Harapan terhadap deeskalasi sempat meningkat, meski Trump mengaku belum puas dengan tawaran dari Teheran.

Optimisme pasar juga ditopang musim laporan keuangan kuartal pertama yang solid. Nigel Tupper, Quantitative Strategist Bank of America, menilai prospek pasar masih positif.

“Siklus laba global yang kuat dan sejumlah tema investasi yang berkelanjutan tetap mendukung imbal hasil ekuitas global,” tulis Tupper dalam catatan kepada klien.

Pandangan serupa disampaikan Chris Senyek, Chief Investment Strategist Wolfe Research. Ia menilai kecerdasan buatan (AI) masih menjadi tema utama pasar, didorong kinerja kuat saham-saham teknologi besar yang dikenal sebagai “Magnificent Seven”.

“Investor kemungkinan akan terus memburu saham teknologi unggulan, khususnya di sektor semikonduktor dan memori,” ujar Senyek.

Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS periode April yang dijadwalkan Jumat pagi. Konsensus memperkirakan penambahan hanya 53 ribu lapangan kerja, turun tajam dari sebelumnya 178 ribu. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di level 4,3%.

Selain data ekonomi, pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah emiten besar, seperti Loews, Norwegian Cruise Line, dan Tyson Foods, yang akan dirilis sebelum pembukaan perdagangan Senin.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru Ditopang Lonjakan Apple Inc.

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (Wall...

Ditopang Hal Ini, Bursa Saham Eropa Kompak Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Abaikan Konflik Iran, Bursa Jepang dan Australia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik, khususnya...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru