OPEC+ Tambah Produksi, UAE Keluar dari Kartel, Harga Minyak Dunia Anjlok 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot hingga 3% pada akhir perdagangan Jumat (1/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (2/5/2026) WIB. Penurunan ini dipicu meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah serta keputusan aliansi OPEC+ untuk menambah pasokan ke pasar.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 3% dan ditutup pada level 101,94 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun hampir 2% dan berakhir di posisi 108,17 dolar AS per barel di ICE Futures Europe.

Meski terkoreksi, harga minyak dunia masih berada di level tinggi. Sepanjang 2026, harga komoditas ini telah melonjak hampir 78%.

Penurunan harga terjadi setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian terbaru melalui mediator di Pakistan. Langkah ini memicu optimisme pasar terkait kemungkinan meredanya konflik dengan Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah mendengar konsep kesepakatan tersebut. Namun, ia masih menunggu formulasi final dari isi perjanjian. Trump juga memperingatkan bahwa opsi serangan militer tetap terbuka jika Iran melanggar kesepakatan.

Seorang pejabat senior Iran menyebut proposal itu mencakup pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz serta mengakhiri blokade AS. Pembahasan terkait program nuklir Iran akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Dari sisi pasokan, OPEC+ sepakat meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni. Keputusan ini diambil dalam pertemuan terbaru yang digelar Minggu.

Kenaikan produksi tersebut lebih rendah dibanding tambahan pasokan pada Mei yang mencapai 206.000 barel per hari.

“Dalam komitmen kolektif untuk mendukung stabilitas pasar minyak, tujuh negara peserta memutuskan menerapkan penyesuaian produksi sebesar 188 ribu barel per hari dari penyesuaian sukarela tambahan yang diumumkan pada April 2023,” tulis OPEC dalam pernyataan resminya.

Tujuh negara yang terlibat meliputi Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman. Penyesuaian produksi ini tidak lagi melibatkan Uni Emirat Arab.

Pertemuan tersebut menjadi yang pertama tanpa kehadiran Uni Emirat Arab setelah negara itu resmi keluar dari keanggotaan pada 1 Mei 2026.

Kementerian Energi Uni Emirat Arab menyatakan keputusan tersebut diambil setelah tinjauan menyeluruh dan dinilai paling sesuai dengan kepentingan nasional.

“Keluar dari grup adalah demi kepentingan nasional setelah tinjauan komprehensif terhadap kebijakan dan kapasitas produksi,” tulis kementerian tersebut.

Selama hampir enam dekade, Uni Emirat Arab memainkan peran penting dalam OPEC. Pada Februari lalu, negara ini merupakan produsen minyak terbesar ketiga setelah Arab Saudi dan Irak.

Pasokan minyak global sendiri masih tertekan sejak pecahnya konflik Iran pada 28 Februari lalu. Penutupan efektif Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dan gas membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Tergelincir 1,1%, Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia anjlok lebih dari...

Harga Emas Dunia Melonjak 2,2%, Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia melonjak lebih...

Isu Serangan Militer ke Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Justru Anjlok 3%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia ditutup merosot...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru