STOCKWATCH.ID (NEW DELHI) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, memberikan sinyal positif terkait perkembangan hubungan diplomatik dengan Iran. Rubio menyebut ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai yang tengah berlangsung.
“Saya pikir ada kemungkinan dalam beberapa jam ke depan dunia akan mendapatkan kabar baik,” ujar Rubio kepada media saat melakukan kunjungan diplomatik di New Delhi, India, dikutip dari The Guardian, Minggu (24/5/2026).
Meski optimistis, Rubio tetap bersikap waspada. Ia menegaskan kemajuan ini belum bersifat final. AS tetap memegang teguh prinsip utama dalam negosiasi tersebut.
Rubio menekankan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Selain itu, Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi lalu lintas maritim global. Iran juga dilarang memungut biaya atau tol untuk jaminan pelintasan kapal yang aman.
“Kami telah membuat beberapa kemajuan selama 48 jam terakhir. Kami bekerja sama dengan mitra di kawasan Teluk untuk menyusun kerangka kerja,” kata Rubio.
Menurut Rubio, jika kesepakatan ini berhasil, Selat Hormuz akan terbuka sepenuhnya. Hal ini juga akan menjawab kekhawatiran terkait ambisi senjata nuklir Iran di masa lalu.
Namun, kabar dari pihak Iran memberikan perspektif berbeda. Kantor berita Tasnim melaporkan Teheran belum berkomitmen menyerahkan material nuklirnya dalam draf perjanjian tersebut.
Laporan itu menyebutkan seluruh isu mengenai masalah nuklir ditunda. Saat ini, draf perjanjian masih terbatas pada upaya mengakhiri perang.
Di sisi lain, dukungan internasional mulai mengalir. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik tanda-tanda kemajuan ini. Lewat unggahannya di media sosial X, ia menekankan pentingnya kesepakatan yang mampu meredakan konflik.
“Kita butuh kesepakatan yang benar-benar menurunkan ketegangan dan membuka kembali Selat Hormuz. Kebebasan navigasi penuh tanpa biaya tol harus dijamin,” tulis von der Leyen.
Ia juga menegaskan Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir. Menurut von der Leyen, Iran harus menghentikan tindakan yang mengganggu stabilitas kawasan.
“Iran harus menghentikan serangan berulang terhadap negara tetangga, baik secara langsung maupun melalui proksi,” tambahnya.
Hingga saat ini, pelaku pasar global terus memantau perkembangan pembicaraan ini. Kesepakatan antara kedua negara diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

