spot_img

Diplomasi Damai AS-Iran Beri Angin Segar, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). Investor mencermati upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah. Sentimen positif ini muncul setelah indeks Dow Jones di Wall Street mencetak rekor tertinggi pada malam sebelumnya.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan 2,68% ke posisi 63.339,07. Indeks Topix juga ikut naik 1% menjadi 3.892,46. Penguatan ini terjadi saat data inflasi inti Jepang bulan April melandai ke level 1,4%, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 1,7%.

Bursa Korea Selatan turut menghijau. Indeks Kospi naik 0,41% ke level 7.847,71. Sementara itu, indeks Kosdaq melesat hampir 5% ke posisi 1.161,13. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup menguat 0,41% pada level 8.657.

Pasar saham China daratan mencatatkan kenaikan signifikan. Indeks CSI 300 menguat 1,3% menjadi 4.845,1. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,81%. Indeks Nifty 50 India juga bertambah 0,75% dan BSE Sensex meningkat 0,8%.

Pelaku pasar sedang menimbang laporan mengenai niat Teheran menyimpan cadangan uranium di dalam negeri. Langkah tersebut diprediksi mempersulit negosiasi dengan Presiden Donald Trump. Trump menjadikan pembubaran program nuklir Iran sebagai tujuan utama aksi militernya.

Philipp Lotter, Head of Global Ratings and Research Moody’s, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar saat ini. Ia menyebut pasar kredit global menghadapi tekanan kenaikan biaya pinjaman dalam jangka panjang.

“Kebutuhan belanja yang meningkat, demografi yang melemah, serta tuntutan investasi besar harus dihadapi oleh pemerintah,” ujar Lotter kepada CNBC.

Lotter menyoroti kenaikan signifikan pada anggaran pertahanan, terutama di Eropa. Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi pusat data membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini dinilai memicu ketidakseimbangan struktural secara global.

“Hal tersebut menciptakan ketidaksesuaian tambahan antara pengeluaran dan tabungan,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS-Iran Kembali Saling Serang, Aktivitas Kapal di Selat Hormuz Merosot Tajam

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali...

Wall Street Menguat, Saham Semikonduktor Melonjak di Tengah Ketegangan AS-Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menguat, Sektor Sumber Daya Dasar Meroket 3,2%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru