STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (22/5/2026) waktu setempat. Pergerakan ini menandai kenaikan selama empat hari berturut-turut bagi bursa regional. Investor tetap fokus pada perkembangan perang Amerika Serikat (AS)-Iran serta rilis data ekonomi terbaru.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,73% ke posisi 625,12. Hampir seluruh bursa utama dan sebagian besar sektor regional berakhir di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,37% ke level 8.115,75. FTSE MIB Italia melonjak 0,70% ke posisi 49.510,97.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,22% ke level 10.466,26. DAX Jerman tumbuh paling tinggi sebesar 1,15% ke posisi 24.888,56. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat tipis 0,06% ke level 17.985,30.
Sektor kecantikan menjadi perhatian setelah saham Puig tersungkur 13,4%. Penurunan tajam ini terjadi usai berakhirnya pembicaraan penggabungan bisnis antara konglomerat kecantikan Spanyol tersebut dengan raksasa kosmetik AS, Estée Lauder. Sebaliknya, saham Estée Lauder justru melonjak 10,7% di bursa New York.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ekonomi Inggris. Penjualan ritel Inggris merosot 1,3% pada bulan April. Penjualan bahan bakar turun lebih dari 10% karena konsumen berhemat di tengah volatilitas harga akibat perang di Timur Tengah.
Harga minyak dunia melanjutkan kenaikan setelah adanya laporan dari pihak Teheran. Hal ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasar minyak dalam jangka panjang. Minyak mentah Brent terpantau naik 1,2% ke level USD 103,77 per barel.
Pihak Teheran memberikan pernyataan tegas terkait program nuklir mereka yang berdampak pada pasar energi.
“Teheran akan bersikeras untuk tetap menyimpan uranium yang diperkaya di Iran,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip dari CNBC International.
Di sisi lain, kepercayaan konsumen Jerman menunjukkan sedikit perbaikan untuk bulan Juni. Indikator GfK naik dari -33,1 menjadi -29,8 karena meningkatnya ekspektasi pendapatan. Perancis juga mencatat kenaikan indeks iklim manufaktur ke level 102 pada bulan Mei, angka tertinggi dalam empat bulan.
Pemerintah Inggris melaporkan pinjaman sebesar 24,3 miliar poundsterling atau setara USD 32,6 miliar pada April. Jumlah ini melebihi perkiraan resmi sebesar 3,4 miliar poundsterling. Defisit anggaran bulan lalu tercatat mencapai 17,4 miliar poundsterling.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Inggris tenor 10-tahun turun lebih dari 6 basis poin ke level 4,907%. Sementara itu, nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS bergerak stabil di posisi USD 1,3425. Kinerja positif di Eropa ini juga diikuti oleh penguatan tipis kontrak berjangka (futures) di Wall Street.

