spot_img

SUPR Segera Delisting, Protelindo Siapkan Tender Offer Rp45.000 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) bersiap meninggalkan lantai bursa. Langkah ini menyusul rencana perubahan status menjadi perusahaan tertutup (go private) dan penghapusan pencatatan saham (delisting).

Keputusan besar tersebut telah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026.

Sebagai bagian dari proses tersebut, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menggelar penawaran tender sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO). Protelindo menawarkan harga pembelian Rp45.000 per saham kepada pemegang saham publik.

“VTO dilaksanakan dalam rangka untuk memenuhi ketentuan POJK 45/2024 dan POJK 54/2015, sekaligus memberikan kesempatan kepada Pemegang Saham Publik untuk menjual sahamnya,” tulis manajemen Protelindo dalam dokumen tertulis, dikutip Senin (25/5/2026) WIB.

Harga penawaran Rp45.000 tergolong premium. Nilai ini lebih tinggi dari formula harga minimum Rp42.295. Angka tersebut didapat dari rata-rata harga tertinggi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 12 bulan terakhir.

Protelindo mengincar maksimal 980.044 lembar saham publik. Jumlah ini mewakili 0,09% dari total saham SUPR. Saat ini, Protelindo bersama anak usahanya, PT Iforte Solusi Infotek, sudah menguasai 99,91% saham SUPR. Jika seluruh saham publik terserap, Protelindo akan memiliki 100% saham perusahaan tersebut.

Sekretaris Perusahaan SUPR, Ardan R. Wiradhatama, menyampaikan salinan pernyataan penawaran tender ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyerahan dokumen ini menandai keseriusan perusahaan untuk segera menuntaskan proses go private.

Berdasarkan jadwal, pernyataan VTO diterbitkan pada 22 Mei 2026. Pernyataan efektif dari OJK diharapkan terbit pada 11 Juni 2026. Adapun periode penawaran tender sukarela akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang ikut serta dijadwalkan pada 24 Juli 2026.

Kinerja keuangan SUPR juga menunjukkan performa gemilang sebelum berpamitan dari bursa. Sepanjang 2025, perusahaan mencetak laba tahun berjalan Rp1,32 triliun. Angka ini naik signifikan dibanding laba 2024 sebesar Rp974,31 miliar.

Pendapatan perusahaan mencapai Rp1,91 triliun pada 2025. Total aset tercatat sebesar Rp10,15 triliun dengan posisi ekuitas Rp8,02 triliun. Secara fundamental, SUPR memiliki net profit margin yang sangat tebal mencapai 69,32%.

Manajemen menegaskan perubahan status menjadi perusahaan pribadi sejalan dengan strategi jangka panjang grup.

“Strategi ini bertujuan mencapai pengelolaan aset dan operasional yang lebih efisien melalui restrukturisasi di dalam grup,” ungkap manajemen.

Protelindo sendiri merupakan anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) Protelindo adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono. Saat ini, posisi Presiden Direktur Protelindo dijabat oleh Ferdinandus Aming Santoso.

Sementara itu, jajaran pengurus SUPR dipimpin oleh Juliawati Gunawan Halim sebagai Presiden Direktur. Menariknya, terdapat rangkap jabatan di mana Juliawati juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di Protelindo.

Dalam aksi korporasi ini, Protelindo menggandeng Makes & Partners Law Firm sebagai konsultan hukum. PT Bahana Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek yang menangani administrasi. Untuk urusan administrasi saham, perusahaan menunjuk PT Raya Saham Registra.

Para investor publik yang ingin ikut serta dapat menghubungi biro administrasi efek tersebut. Pembayaran nantinya akan dilakukan dalam mata uang Rp melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah dikurangi biaya-biaya terkait.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Lepas Saham AMMN Lewat Skema REPO, Porsi Pesona Sukses Cemerlang Kini di Bawah 5%! Sinyal Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pesona Sukses Cemerlang (PSC) baru saja...

Daftar Saham Margin Juni 2026: Intip Pendatang Baru dan Deretan Efek yang Terdepak

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperbarui...

Bakrie & Brothers Terbitkan Right Issue Jumbo Rp4,76 Triliun Buat Bayar Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru