spot_img

KFC Indonesia (FAST) Bangkit dari Rugi, Kantongi Laba Rp12,66 Miliar di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola gerai restoran KFC, berhasil mencetak kinerja positif pada awal tahun ini. Emiten restoran tersebut membukukan laba periode berjalan sebesar Rp12,66 miliar pada kuartal I 2026.

Pencapaian ini membalikkan keadaan dari posisi rugi Rp40,08 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, FAST mencatat pertumbuhan laba yang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Pendapatan perusahaan tumbuh 18,6% menjadi Rp1,42 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Pada kuartal I 2025, FAST hanya meraih pendapatan sebesar Rp1,20 triliun. Penjualan makanan dan minuman menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai Rp1,43 triliun sebelum dikurangi potongan penjualan.

Kenaikan laba ini ditopang oleh keberhasilan manajemen melakukan efisiensi biaya operasional. Beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp141,32 miliar dari sebelumnya Rp167,09 miliar di kuartal I 2025. Beban penjualan dan distribusi juga turun tipis menjadi Rp654,86 miliar.

Ricardo Gelael, Direktur Utama FAST, memberikan pernyataan terkait tanggung jawab manajemen dalam penyajian laporan ini.

Grup terus menyesuaikan strategi untuk menghadapi dinamika pasar. Langkah ini dilakukan melalui penguatan bisnis inti dan pemanfaatan brand equity yang kuat. FAST juga menerapkan strategi harga dan bundling secara disiplin untuk meningkatkan nilai transaksi rata-rata dan marjin.

Selain efisiensi, FAST fokus meningkatkan keterlibatan pelanggan. Jangkauan pasar diperluas melalui inisiatif pemasaran yang terarah untuk mengoptimalkan akuisisi konsumen. Manajemen optimistis terhadap kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.

Dari sisi neraca, total aset FAST mencapai Rp5,19 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat dari posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp4,95 triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang mencapai Rp243,91 miliar.

Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp4,73 triliun per Maret 2026. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp4,51 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan menguat menjadi Rp464,70 miliar dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp435,86 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Lelang Akbar BTN 2026: 10.000 Hunian Second Dijual Diskon 40%, KPR Mulai 5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Rugi Bersih TAXI Menyusut 82% pada Kuartal I 2026, Pendapatan Meroket 239%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru