spot_img

Jaya Agra Wattie (JAWA) Siapkan Capex  Rp107 Miliar di 2026, Bidik Produksi CPO 99.236 Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Jaya AgraWattie Tbk (JAWA) menganggarkan dana belanja barang modal atau capex (capital expenditure) sebesar Rp107 miliar pada 2026.  Ini tergambar dari materi paparan publik yang disampaikan Perseroan ke BEI, Rabu 24 Juni 2026.

Dana capex tersebut antara lain akan digunakanoleh Perseroa untuk mendukung peningkatan produksi dan optimalisasi aset Perkebunan. Dana tersebut secara khusus untuk mendorong pertumbuhan volume produksi kelapa sawit dan komoditas karet Perusahaan.

Pasalnya, Perusahaan tersebut menargetkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 461.700 ton, dengan produksi minyak sawit mentah CPO (Crude Palm Oil) sebesar 99.236 ton pada tahun ini.

Selain itu,  dana capex tersebut juga akan dimanfaatkan Perseroan dalam Upaya peremajaan dan optimalisasi karet. Manajemen akan menggunakan dana tersebut untuk optimalisasi tanaman menghasilkan (TM) dan mengimbangi konversi lahan di Jawa Tengah, dengan target produksi karet mencapai 24.277 ton.

Sementara  itu, dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan kinerja tahun  ini, Manajemen Perseroan akan terus berupaya untuk memperkuat kinerja operasional melalui peningkatan produktivitas serta pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien.

 Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi dan inovasi, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di masa mendatang.

Manajemen Perseroan meyakini bahwa dukungan dan sinergi yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, karyawan, serta masyarakat, merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan Perseroan di masa mendatang. Dengan dukungan tersebut,  Manajemen Perseroan optimistis dapat terus menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan kinerja, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak.

Sekedar catatan, JAWA membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,741 triliun pada 2025, tumbuh 62,68% dari Rp1,070 triliun pada tahun 2024. Seiring penjualan, beban pokok penjualan Perseroan juga meningkat 59,20%  menjadi Rp1,528 triliun pada 2025, dari Rp960,437 miliar pada tahun 2024. Namun, laba kotor JAWA naik 93,01% jadi Rp212,961 miliar pada 2025 dibanding Rp110,335 miliar pada tahun 2024.

Sayang, Perseroan masih menderita rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp29,968 miliar pada 2025. Nilai kerugian JAWA tersebut  berkurang atau turun signifikan 84,53% dari rugi Rp193,042 miliar pada tahun 2024.

PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) adalah perusahaan agrobisnis yang bergerak di bidang budidaya, pengolahan, logistik pertanian, dan kegiatan pemasaran karet dan kelapa sawit. Didirikan tahun 1921 sebagai Handel Maatschappij Alexander Wattie and Company Limited, sebuah perusahaan perkebunan karet dan kopi. Menjadi Jaya Agra Wattie pada tahun 1987 dan berkembang menjadi kelapa sawit dengan mengembangkan perkebunan di Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan PT Sarana Agro Investama.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Paragon Karya Perkasa (PKPK) Bidik Pendapatan Rp3,74 Triliun pada 2026, Melambung 399,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Paragon Karya Perkasa Tbk...

Chandra Asri Tuntaskan PUB V Senilai Rp6 Triliun, Penawaran Tahap Akhir Oversubscription

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil...

OJK Terbitkan Aturan Tentang Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru