STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia kompak merosot pada perdagangan Selasa (23/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (24/6/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh kecemasan pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Aksi jual besar-besaran pada saham teknologi ikut menyeret harga logam mulia ke zona merah.
Mengutip CNBC, harga emas berjangka turun 1,3% dan menetap di level USD 4.149,40 per ons troi. Sementara itu, harga perak berjangka terjun bebas lebih dari 5% menjadi USD 62.07 per ons troi.
Reputasi emas sebagai aset aman (safe haven) saat ini sedang tertekan. Tekanan ini muncul sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari lalu. Beberapa faktor pendorong kenaikan harga emas mulai dipertanyakan oleh pelaku pasar.
Sentimen negatif bertambah setelah pertemuan bank sentral AS pekan lalu yang dipimpin oleh Kevin Warsh. Pertemuan tersebut memberikan sinyal kuat untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas. Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga.
Lembaga keuangan di Wall Street mulai mengubah pandangan mereka terhadap emas. Beberapa bank menurunkan perkiraan harga logam mulia ini. Michael Widmer, ahli strategi komoditas di Bank of America, memberikan analisanya.
“Target USD 6.000 sebelumnya untuk satu ons emas terlihat tidak mungkin sekarang. Latar belakang inflasi tetap tidak nyaman, yang kemungkinan akan mendorong kebijakan moneter lebih ketat,” ujar Widmer dalam laporannya.
Widmer menilai kebijakan moneter yang lebih ketat akan menjadi penghalang bagi kenaikan harga emas. Deutsche Bank juga mengeluarkan catatan senada pada Selasa waktu setempat. Mereka menyebut pasar emas saat ini didominasi oleh sentimen kenaikan suku bunga.
“Para pendukung suku bunga tinggi (hawks) sedang mengusir para pembeli (bulls) di pasar emas,” tulis analis Deutsche Bank.
Bank tersebut merevisi target harga emas menjadi USD 4.300 per ons troi pada kuartal ketiga. Target ini berlaku jika bank sentral AS tetap menahan suku bunga. Namun, ada risiko harga emas jatuh lebih dalam hingga USD 3.800 per ons troi. Penurunan tajam bisa terjadi jika suku bunga naik sebanyak tiga hingga empat kali.
Kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS. Harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat mulai memudar. Kenaikan harga minyak dunia turut menjadi faktor yang membebani pergerakan logam mulia

