spot_img

Atlas Resources (ARII) Bidik Produksi Batubara 6,23 Juta ton pada 2026, Naik 17,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan volume produksi batubara sebanyak 6,23 juta ton pada 2026, naik 17,5% dari realisasi produksi batubara di tahun 2025 sebanyak 5,3 juta ton. Target ini berasal dari PT Gorby Putra Utama (GPU) dan PT Gorby Energy (GE) masing-masing sebanyak 4,5 juta ton dan 1,73 juta ton batubara.

Menurut manajemen ARII dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Rabu (24/6/2026), angka 4,5 juta ton dari  GPU dan GE sebanyak 1,73 juta ton. Angka ini sejalan dengan target yang ditetapkan dan disetujui dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Produksi batubara ARII tahun ini akan didominasi oleh dua anak usahanya di wilayah Sumatera Selatan.

Volume produksi batubara ARII pada 2025 mencapai 5,3 juta ton. Ini berasal dari GPU dan GE masing-masing 3,6 juta ton dan 1,7 juta ton. Pencapaian volume produksi batubara ARII di tahun 2025 mengalami peningkatan dibadingkan tahun sebelumnya. Volume produksi batubara ARII dari GPU dan GE masing-masing 2,7 juta ton dan 1,3 juta ton pada tahun 2024.

“Perseroan tahun ini melakukan transisi ke armada truk hybrid 55 ton untuk peningkatan kapasitas angkut dan efisiensi bahan bakar serta migrasi ke sumber listrik PLTU untuk reduksi biaya solar dan emisi karbon,” tulis manajemen ARII.

Sementara itu, pendapatan usaha ARII sepanjang tahun 2025 mencapai US$363,68 juta, naik 15,4% dari US$315,15 juta. Meski beban pokok pendapatan meningkat sekitar 13% dari US$298,58 juta menjadi US$337,37 juta, laba kotor ARII tetap tumbuh 58,8% dari US$16,57 juta pada 2024 menjadi US$26,31 juta pada 2025.

Setelah dikurangi total beban, Perseroan mencatat laba sebelum pajak sebesar US$6,78 juta pada 2025, meningkat 240,7% dari US$1,99 juta pada 2024. Perseroan mencatat laba tahun berjalan US$2,36 juta pada 2025, naik dari US$816 ribu pada 2024.

Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$1,29 juta (US$0,00038 per saham) di tahun 2025,  turun 2,3% dari US$1,32 juta (US$0,00039 per saham) pada 2024.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trimegah Sekuritas (TRIM) Cetak Laba Rp593,539 Miliar, Bagikan Dividen Rp1 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT...

Tunas Alfin (TALF) Guyur Dividen Tunai Rp10,827 Miliar, Cair Tanggal 23 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Tunas Alfin Tbk (TALF) tengah bersiap...

PTPW Melonjak 24,79%, Ini Daftar Top Gainers Saat IHSG Anjlok 3,56%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Pratama Widya Tbk. (PTPW)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru