STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) menargetkan pendapatan sebesar Rp3,74 triliun pada 2026. Target ini melambung 399,5% dibandingkan realisasi pendapatan PKPK pada tahun 2025 sebesar Rp749,37 miliar.
Target ini disusun dengan mempertimbangkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperoleh TRIOP sebesar 3 juta metrik ton yang akan menghasilkan pendapatan Rp3,292 triliun dan melalui entitas anak usaha yang diakuisisi yaitu PT Deli Pratama Angkutan Laut akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp450,98 miliar.
Perseroan senantiasa memanfaatkan peluang dan prospek usaha yang ada, khususnya dalam sektor konstruksi, pertambangan, dan angkutan laut dengan memfokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan pasar di wilayah-wilayah strategis.
Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Rabu (24/6/2026), terungkap, sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang sangat baik dan melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan.
“Total pendapatan usaha Perseroan tercatat sebesar Rp749,37 miliar, meningkat 206,09% atau bertambah Rp504,55 miliar dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp244,82 miliar,” tulis manajemen PKPK.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kontribusi signifikan dari segmen pertambangan, seiring dengan tercapainya volume produksi yang sesuai dengan target operasional. Dari sisi operasional, realisasi produksi tahun 2025 mencapai sekitar 1,1 juta ton, sesuai dengan target RKAB yang telah ditetapkan.
Capaian ini menunjukkan konsistensi Perseroan dalam menjaga performa produksi di tengah kondisi harga batubara yang kurang kondusif. Strategi efisiensi yang diterapkan secara disiplin sepanjang tahun, termasuk optimalisasi stripping ratio, dan pengendalian biaya operasional, menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja tetap optimal.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan keberhasilan program efisiensi, Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp55,74 miliar meningkat 250,88% atau senilai Rp39,85 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Angka ini menunjukkan lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun 2024 dan mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola tantangan pasar sekaligus meningkatkan profitabilitas,” tulis manajemen PKPK.
Menurut manajemen PKPK, secara keseluruhan, pencapaian tahun 2025 menegaskan efektivitas strategi yang dijalankan Direksi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan keberlanjutan kinerja Perseroan.
TRIOP merupakan entitas anak dari Perseroan yang bergerak di bidang pertambangan Batubara yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) di Kalimantan Tengah, dimana Perseroan mempunyai kepemilikan saham pada TRIOP secara tidak langsung sebanyak 69,96%.

