STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan perubahan kepemilikan saham di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan tersebut dilakukan melalui transaksi jual dan beli saham dalam skema repurchase agreement (repo). Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp694,66 miliar.
Laporan yang dikutip Kamis (25/6/2026) itu mencatat Samuel Sekuritas Indonesia, yang bertindak sebagai anggota direksi, mengurangi kepemilikan saham NSSS dari 10.718.730.900 saham atau 45,03% menjadi 9.897.868.500 saham atau 41,58%. Penurunan tersebut terjadi setelah rangkaian transaksi penjualan dan pembelian saham melalui mekanisme repo.
Transaksi pertama dilakukan pada 23 Juni 2026. Samuel Sekuritas menjual 1.030.501.700 saham NSSS dengan harga Rp550 per saham. Nilai transaksi penjualan mencapai Rp566.775.935.000 atau sekitar Rp566,78 miliar. Tujuan transaksi ini adalah Top Down Repo dengan status kepemilikan langsung.
Sehari kemudian, pada 24 Juni 2026, Samuel Sekuritas membeli kembali 209.639.300 saham NSSS dengan harga Rp610 per saham. Nilai pembelian mencapai Rp127.879.973.000 atau sekitar Rp127,88 miliar. Transaksi tersebut dilakukan untuk Top Up Repo dan juga berstatus kepemilikan langsung.
Dengan demikian, total nilai kedua transaksi tersebut mencapai Rp694.655.908.000 atau sekitar Rp694,66 miliar.
Rangkaian transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Samuel Sekuritas di NSSS menyusut. Sebelum transaksi, perusahaan memiliki 10.718.730.900 saham atau setara 45,03% hak suara. Setelah transaksi, kepemilikannya menjadi 9.897.868.500 saham dengan hak suara turun menjadi 41,58%.
Laporan itu juga menyebutkan Samuel Sekuritas bukan merupakan pemegang saham pengendali di NSSS. Perusahaan menyatakan tidak memiliki rencana untuk mempertahankan pengendalian. Selain itu, tidak terdapat pemegang saham yang memberikan kuasa dalam penyampaian laporan kepemilikan saham tersebut.

