spot_img

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Serap Tuntas Rp2,8 Triliun Dana Obligasi untuk Utang dan Ekspansi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah menghabiskan seluruh dana hasil penawaran umum obligasi. Dana ini berasal dari tiga tahap penerbitan obligasi yang dilakukan perusahaan.

Total dana yang terserap mencapai lebih dari Rp2,8 triliun. Seluruh modal tersebut digunakan untuk pelunasan utang, investasi, hingga modal kerja perusahaan.

Direktur Utama SMMA, Burhanuddin Abdullah menyampaikan laporan ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan tersebut mencakup realisasi penggunaan dana untuk Tahap I Tahun 2024, Tahap III Tahun 2025, dan Tahap IV Tahun 2025.

“Guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 30/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum,” tulis Burhanuddin dalam dokumen keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (25/6/2026).

Pada Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2024, SMMA meraup dana Rp1,5 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran sebesar Rp10,8 miliar, hasil bersihnya menjadi Rp1,489 triliun.

SMMA menyalurkan seluruh dana bersih tersebut untuk empat kebutuhan utama. Rinciannya meliputi pelunasan pokok obligasi, investasi, pinjaman kepada anak perusahaan, dan modal kerja. Persentase realisasinya sudah mencapai 100%.

Selanjutnya, untuk Tahap III Tahun 2025, perusahaan memperoleh hasil penawaran Rp300 miliar. Biaya emisi untuk tahap ini sebesar Rp1,88 miliar. Sisa dana bersih Rp298,11 miliar digunakan sepenuhnya untuk melunasi utang.

Dana tersebut dipakai membayar pokok Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap II Tahun 2022 Seri C. Sama seperti tahap sebelumnya, dana ini sudah terserap 100% tanpa sisa.

Terakhir, pada Tahap IV Tahun 2025, SMMA mendapatkan dana Rp1,05 triliun. Biaya penawarannya tercatat sebesar Rp6,3 miliar. Hasil bersih senilai Rp1,043 triliun dialokasikan untuk tiga keperluan.

Dana ini digunakan membayar pokok bunga Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 Seri B. Selain itu, dana dipakai untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2025 Seri A dan modal kerja perusahaan.

Laporan ini ditandatangani oleh Burhanuddin pada 25 Juni 2026. Corporate Secretary SMMA, Felix juga telah menyampaikan informasi serupa melalui sistem pelaporan elektronik Bursa Efek Indonesia. Dengan laporan ini, SMMA tidak lagi memiliki sisa dana dari ketiga tahap penawaran obligasi tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Panin Bank Kantongi Peringkat idAA dari PEFINDO, Siap Terbitkan Obligasi Rp12 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan...

Jaya Agra Wattie (JAWA) Siapkan Capex  Rp107 Miliar di 2026, Bidik Produksi CPO 99.236 Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Jaya AgraWattie Tbk (JAWA) menganggarkan dana...

Paragon Karya Perkasa (PKPK) Bidik Pendapatan Rp3,74 Triliun pada 2026, Melambung 399,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Paragon Karya Perkasa Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru