spot_img

Panin Bank Kantongi Peringkat idAA dari PEFINDO, Siap Terbitkan Obligasi Rp12 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat idAA untuk PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Panin Bank. Peringkat ini juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan V yang akan diterbitkan. Nilai obligasi tersebut mencapai maksimal Rp12 triliun.

Dikutip Kamis (25/6/2026), PEFINDO turut memberikan peringkat idA+ untuk Obligasi Subordinasi Berkelanjutan V. Nilai surat utang ini maksimal Rp6 triliun. Prospek untuk peringkat perusahaan Panin Bank berada pada posisi stabil.

Peringkat untuk obligasi subordinasi berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan. Hal ini karena adanya aturan mengenai klausul non-viability. PEFINDO menilai Panin Bank memiliki modal dan posisi bisnis sangat kuat.

Bank ini juga punya peran penting bagi Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ). ANZ merupakan salah satu pemegang saham pengendali. Namun, peringkat ini masih dibatasi oleh kualitas aset bank yang berada di bawah rata-rata.

Dalam keterangannya, PEFINDO menjelaskan alasan pemberian peringkat tersebut. “Peringkat tersebut mencerminkan profil permodalan Panin Bank yang sangat kuat, posisi bisnis yang sangat kuat, serta peran strategis Bank bagi Australia and New Zealand Banking Group Ltd. (ANZ) sebagai salah satu pemegang saham pengendali,” tulis PEFINDO.

Peringkat bank bisa naik jika posisi bisnisnya semakin kuat. Hal ini harus dibarengi perbaikan kualitas aset dan keuntungan secara terus-menerus. Sebaliknya, peringkat bisa turun jika pangsa pasar bank terus merosot.

Faktor lain yang bisa menurunkan peringkat adalah jika ANZ mengurangi kepemilikan saham secara besar-besaran. Apalagi jika pemegang saham baru tidak mampu memberikan dukungan kuat kepada bank.

Hingga 31 Desember 2025, PT Panin Financial Tbk memegang 46,04% saham Panin Bank. Votraint No. 1103 PTY Ltd (ANZ) memiliki 38,82%. Masyarakat atau publik menggenggam 15,08% saham, dan sisanya saham treasuri 0,06%.

Berdasarkan data keuangan tahun 2025, Panin Bank mencatat total aset sebesar Rp237,32 triliun. Total ekuitas bank mencapai Rp58,77 triliun. Penyaluran pinjaman atau kredit bruto tercatat Rp136,46 triliun.

Bank berhasil menghimpun simpanan nasabah sebanyak Rp156,91 triliun. Pendapatan bunga bersih terkumpul Rp8,94 triliun. Laba bersih yang dihasilkan selama tahun 2025 sebesar Rp2,75 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau NPL berada di angka 2,6%. Cadangan kerugian dibanding NPL tercatat 182,4%. Rasio kecukupan modal atau CAR berada pada level yang sangat sehat yaitu 37,5%.

Panin Bank terus menyediakan layanan perbankan untuk nasabah perusahaan hingga ritel. Kantor cabangnya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kurs mata uang yang digunakan dalam laporan ini adalah Rp16.675 per USD.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jaya Agra Wattie (JAWA) Siapkan Capex  Rp107 Miliar di 2026, Bidik Produksi CPO 99.236 Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Jaya AgraWattie Tbk (JAWA) menganggarkan dana...

Paragon Karya Perkasa (PKPK) Bidik Pendapatan Rp3,74 Triliun pada 2026, Melambung 399,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Paragon Karya Perkasa Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru