spot_img

Saham KIOS Mendadak Laris Manis dan Melejit 24,14%, Begini Penjelasan Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memberi penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan harga dan aktivitas transaksi sahamnya yang tidak biasa. Manajemen perusahaan mengaku tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai saham.

Lonjakan drastis ini terpantau pada perdagangan 22 Juni 2026. Saat itu, saham KIOS mendadak ramai diperdagangkan oleh para investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi KIOS melesat jadi 254.175.100 saham. Angka ini naik sangat jauh dibanding hari sebelumnya yang hanya 6.408.800 saham. Frekuensi transaksi juga ikut melonjak jadi 17.616 kali dari sebelumnya cuma 550 kali.

Harga saham KIOS pun ikut terbang. Harga ditutup naik Rp21 atau melompat 24,14%. Saham KIOS melonjak dari harga Rp87 menjadi Rp108 per lembar.

Kenaikan ini terjadi saat kondisi pasar sedang kurang bergairah. Pada hari yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru turun 60,45 poin. Namun, indeks sektor teknologi memang sedang naik 11,50 poin.

Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Ornela Bartin Sutan Giri menyebut manajemen tidak mengetahui adanya informasi yang memengaruhi keputusan investor.

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam POJK 31/2015,” ujar Ornela dikutip Kamis (25/6/2026).

Ornela menegaskan KIOS juga tidak memiliki rencana rahasia dalam waktu dekat. Perusahaan tidak berencana melakukan tindakan korporasi yang akan memengaruhi pencatatan saham di bursa, setidaknya dalam tiga bulan ke depan.

Terkait pemilik saham besar, manajemen sudah bertanya kepada PT Artav Mobile Indonesia (AMI) selaku pemegang saham pengendali. Hasilnya, AMI tetap setia dan tidak akan menjual saham KIOS.

“Investasi AMI pada saham Perseroan merupakan investasi jangka panjang, dan sampai saat surat ini disampaikan AMI tidak berencana untuk mengurangi kepemilikannya pada Perseroan,” kata Ornela.

Hingga saat ini, manajemen memastikan tidak ada informasi penting yang disembunyikan dari publik. Seluruh operasional dan kelangsungan hidup perusahaan berjalan seperti biasa tanpa ada kejadian luar biasa yang belum terungkap.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) Segera Distribusi Dividen Rp30 per Saham, Catat Cum Date

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan...

Dorong Pertumbuhan Kinerja, Elnusa Terus Perkuat Investasi di Unit Bisnis Strategis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Elnusa Tbk (ELSA), terus mendukung...

Samuel Sekuritas Borong Saham RLCO Senilai Rp10,04 Miliar, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Samuel Sekuritas Indonesia menambah porsi kepemilikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru