spot_img

MDIA Pangkas Rugi Neto hingga 85,73% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) berhasil memangkas rugi neto secara signifikan sebesar 85,73% (year on year/yoy) pada tiga bulan pertama tahun 2026. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, emiten pengelola stasiun televisi ANTV ini mencatat rugi neto sebesar Rp8,32 miliar. Angka ini menyusut tajam jika dibandingkan dengan rugi neto pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp58,31 miliar.

Penurunan kerugian ini terjadi di tengah koreksi pendapatan neto Perseroan. Pendapatan neto MDIA tercatat sebesar Rp141,72 miliar pada kuartal I 2026, turun 15,15% dari Rp167,02 miliar pada kuartal I 2025.

Pendapatan dari iklan televisi tetap menjadi kontributor utama dengan nilai Rp137,20 miliar. Selain itu, pendapatan iklan digital menyumbang Rp1,45 miliar dan pendapatan lain-lain mencapai Rp3,06 miliar. Perseroan mencatat tiga pelanggan utama yang memberikan kontribusi lebih dari 10% terhadap pendapatan, yaitu PT Bintang Media Mandiri (28%), PT Wira Pamungkas Pariwara (25%), dan Netlink World Indonesia (15%).

Penyusutan rugi bersih ini didorong oleh penurunan drastis pada beban lain-lain, terutama rugi selisih kurs. Pada kuartal I 2025, rugi selisih kurs MDIA mencapai Rp48,24 miliar, namun pada kuartal I 2026 berhasil ditekan menjadi Rp8,79 miliar.

Dari sisi operasional, beban usaha MDIA juga mengalami penurunan menjadi Rp127,44 miliar dari sebelumnya Rp135,08 miliar. Meskipun beban program dan penyiaran naik tipis menjadi Rp76,36 miliar, manajemen berhasil melakukan efisiensi pada beban umum dan administrasi yang turun menjadi Rp51,08 miliar dari posisi Rp60,13 miliar di tahun sebelumnya.

Ahmad Rahadian Widarmana, Direktur Utama MDIA, menjamin transparansi data dalam laporan tersebut. “Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian PT Intermedia Capital Tbk dan Entitas Anak telah dimuat secara lengkap dan benar,” ujar Ahmad dalam surat pernyataan direksi dikutip dari keterbukaan informasi Jumat (26/6/2026).

Ia juga menegaskan laporan tersebut tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, serta tidak menghilangkan informasi atau fakta material. Ahmad menandatangani laporan ini bersama Yufli Gunawan yang menjabat sebagai Direktur.

Ahmad dan Yufli memimpin Perseroan di tengah proses penyelesaian utang melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Langkah-langkah strategis ini diklaim memberikan landasan penting bagi stabilitas keuangan perusahaan untuk jangka menengah dan panjang.

Melihat kekuatan neraca, total aset MDIA per 31 Maret 2026 berada di angka Rp3,13 triliun, sedikit menurun dari posisi Desember 2025 yang sebesar Rp3,34 triliun. Penurunan ini seiring dengan berkurangnya total liabilitas dari Rp2,39 triliun menjadi Rp2,19 triliun. Sementara itu, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp935,50 miliar.

Ke depan, MDIA berkomitmen memperkuat bisnis inti penyiaran TV FTA dan memperluas ekosistem digital. Manajemen optimis kemampuan Grup menghasilkan arus kas yang cukup akan menjaga kelangsungan usaha MDIA secara berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris Astra Prijono Sugiarto Borong Saham ASII Senilai Miliaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Dewan Komisaris PT Astra International Tbk (ASII),...

Cum Dividen ESSA Hari Ini, Investor Berhak Terima Dividen Rp52 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)...

Rogoh Kocek Rp35,45 Miliar, Hermanto Tanoko Borong 114,3 Juta Saham AVIA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hermanto Tanoko menambah porsi kepemilikan sahamnya...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru