STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Kinerja keuangan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berangsur pulih, setidaknya hingga kuartal I 2026. Pulihnya kinerja perusahan kovergensi media terintegrasi ini antara lain didukung perolehan laba atas pelepasan sahamĀ dan penghasilan sewa sepanjang Januari-Maret 2026. Dua pos ini berperan signifikan mendorong pencapaian laba VIVA.
Emiten di bidang konvergensi media terintegrasi itu mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesarĀ Rp140,20 miliar pada kuartal I 2026. Padahal, di periode yang sama 2025, emiten dengan kode saham VIVA menderita kerugian Rp122,46miliar.
Pencapaian laba ini, menurut laporan keuangan Maret 2026Ā yang diumumkan Jumat, 26 Juni 2026,Ā didukung oleh penghasilan lain-lain VIVA yang mencapai Rp136,71 miliarpada kuartal I 2026, dari periode sama tahun 2025 yang masih beban lain-lain sebesar Rp33,65 nuiliar.
Perseroan mencatatkan laba atas pelepasan saham sebesar Rp158,30 miliar pada kuartal I 2026, dari periode sebelumnya tidak ada. Di sisi lain, VIVA juga berhasil meraih penghasilan sewa sebesar Rp3,588 miliar, melonjak 496,9% dari Rphanya 601 ribu pada kuartal I tahun 2025.
Pendapatan bersih VIVA pada Januari-Maret 2026 mencapai Rp234,098 miliar, turun 12,38% dari Rp267,177 miliar pada periode sama tahun 2025.Ā Pendapatan VIVA dari iklan televisi yang merosot 12,52% jadi Rp218,85 miliar pada kuartal I 2026, daei Rp215,346 miliar kuartal I 2025. Begitu juga iklan digital, turun dari Rp12,73 miliar menjadi Rp10,52 miliar pada kuartal I 2026.
Dari sisi neraca keuangan, VIVA memiliki total asetĀ sebesar Rp6,39 triliun per Maret 2026, naik tipis 0,14% dari Rp6,38 triliun per Desember 2025. Ā Adapun jumlah liabilitasĀ mencapai Rp5,58 triliun per Maret 2026, turun 2,52% dari Rp6,02 triliun per Desember 2025. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp2,10 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp3,75 triliun.
Sedangkan jumlah ekuitas perusahaan media danĀ penyiaran tersebut per Maret 2026 sebesar Rp542,342 miliar, meningkat 49,97% dari Rp361,610 miliar per Desember 2025.

