spot_img

Direktur Utama Indonesia Kendaraan (IPCC) Sugeng Mulyadi Mengundurkan Diri, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Sugeng Mulyadi,  Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama pada perusahaan pengelolaan terminal kendaraan,  termasuk layanan bongkar muat terssebut.

Sekretaris Perusahaan IPCC Endah Dwi Liesly dalam pengumuman ke BEI, Jumat 26 Juni 2026 menjelaskan, Perseroan menerima surat pengunduran diri  Bapak Sugeng Mulyadi dari jabatan Direktur Utama Perseroan tanggal 25 Juni 2026. Selain sebagai Dirut, yang bersangkutan juga merangkap jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPCC.

Endah mengatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 8 dan Pasal 9 POJK 33/2014, Perseroan wajib untuk melakukan keterbukaan informasi kepada masyarakat dan menyampaikan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak diterimanya permohonan pengunduran diri anggota Direksi.

“Selanjutnya, Perseroan akan menindaklanjuti permohonan pengunduran diri dimaksud sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk mengajukan pembahasan dan keputusan atas pengunduran diri tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Endah.

Endah sendiri tidak menjelaskan apa alasan pengunduran yang bersangkutan dari jabatan Direktur Utama IPCC. Namun, pengunduran diri Sugeng Mulyadi selaku Dirut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

Dari sisi keuangan, IPCC membukukan pendapatan operasi sebesar Rp202,20 miliar pada kuartal I 2026, turun tipis 0,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp203,27 miliar. Meski pendapatan turun, IPCC mampumencatat  laba tahun berjalan sebesar Rp52,81 miliar pada kuartal I2026, naik 3,2% dibandingkan Rp51,17 miliar pada periode sama 2025.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) merupakan perusahaan yang menyediakan layanan Terminal RoRo (Roll-on, Roll-off) untuk kendaraan di pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lainnya di Indonesia. Perusahaan tersebut menyediakan jasa, termasuk penanganan terminal atau bongkar muat, jasa nilai tambah (pusat pengolahan kendaraan, pusat pengolahan peralatan, jasa angkutan jalan raya, dan stok pelabuhan), dan jasa tol laut.

Perusahaan tersebut didirikan pada tanggal 1 Desember  tahun2012. IPCC sendiri merupakan unit usaha PT Pelabuhan Indonesia II sebelum menjadi badan usaha tersendiri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRMS, ENRG dan INDY, Masuk 5 Saham Top Losers Pekan Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam pekan...

Indofood (INDF) Guyur Pemegang Saham Dividen Rp290 Per Lembar, Cair Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)...

Map Aktif Adiperkasa (MAPA) Siap Bagi Dividen Tunai Rp114,016 Miliar, Cair 24 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) tengah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru