STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati perkembangan pola transaksi tiga saham emiten. Langkah ini diambil karena adanya indikasi pola transaksi yang bergerak di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Ketiga saham yang masuk radar pantauan otoritas bursa adalah PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH), dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengumumkan hal tersebut dalam keterbukaan informasi. Investor diminta waspada dalam mengambil keputusan investasi terhadap ketiga saham tersebut.
“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham,” kata Yulianto dikutip Selasa (26/5/2026).
Menurut Yulianto, pengumuman UMA ini bertujuan untuk perlindungan investor. Namun, keputusan bursa tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Bursa mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban ketiga perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga diharapkan mencermati kinerja dan keterbukaan informasi masing-masing emiten.
Selain itu, pelaku pasar perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten yang belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Investor juga harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum bertransaksi.
Sebelumnya, ketiga emiten telah menyampaikan informasi terkini kepada publik lewat website resmi BEI. TCPI mempublikasikan bukti iklan pemberitahuan RUPS pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, RSCH menyampaikan bukti iklan panggilan RUPS pada 22 Mei 2026. Adapun MARK merilis laporan bulanan registrasi pemegang efek berupa koreksi pada 13 Mei 2026.
Harga Saham
Berdasarkan data perdagangan pada Senin (25/5/2026), berikut adalah posisi harga ketiga saham yang terkena status UMA tersebut:
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
Harga terbaru saham TCPI bertengger di level Rp11.500 per saham. Angka ini naik 1,55% atau sebesar Rp175 dari penutupan sebelumnya di level Rp11.325 per saham.
Saham TCPI dibuka pada level Rp11.325 per saham. Sepanjang perdagangan, saham ini sempat menyentuh harga tertinggi Rp11.525 per saham dan terendah Rp11.325 per saham. Volume perdagangan saham TCPI mencapai 4,76 juta saham. Kapitalisasi pasar emiten transportasi laut ini tercatat sebesar Rp57,5 triliun.
PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH)
Saham RSCH bertambah Rp2 atau menguat 0,77% ke level Rp262 per saham. Saham ini dibuka pada harga Rp260 per saham.
Harga tertinggi saham RSCH berada di level Rp268 per saham dan terendah Rp256 per saham. Volume perdagangan tercatat sebanyak 12,26 juta saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar RSCH mencapai Rp694,3 miliar.
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)
Harga saham MARK ditutup naik Rp10 atau menguat 1,23% menuju level Rp820 per saham. Saham produsen cetakan sarung tangan ini dibuka pada posisi Rp810 per saham.
Level tertinggi saham MARK berada di posisi Rp835 per saham dan terendah Rp805 per saham. Volume perdagangan saham ini mencapai 21,15 juta saham. Kapitalisasi pasar MARK kini bernilai Rp3,11 triliun.

