spot_img

Ancaman Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga Tekan Harga Emas, UBS Pangkas Target Akhir Tahun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia merosot pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (27/5/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Serangan militer AS ke Iran juga memicu lonjakan harga minyak yang memperburuk kekhawatiran inflasi.

Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 1% ke posisi USD 4.526,86 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni berakhir naik tipis 0,1% menjadi USD 4.527,90 per ons troi.

Kenaikan harga minyak mentah Brent lebih dari 3% menjadi salah satu pendorong utama kecemasan pasar. Ketidakpastian mengenai kesepakatan damai antara AS dan Iran mengganggu arus pengiriman melalui Selat Hormuz. Harga minyak yang tinggi biasanya diteruskan oleh produsen kepada konsumen sehingga memicu inflasi.

Kondisi ini diperparah oleh pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) pada Jumat lalu. Kepemimpinannya dimulai di tengah meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih ketat. Pasar saat ini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Emas sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi. Namun, aset yang tidak memberikan imbal hasil ini biasanya tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi. Jim Wyckoff, Analis Pasar di American Gold Exchange, memberikan pandangannya terkait situasi ini.

“Pasar obligasi berpikir langkah suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve adalah kenaikan. Itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas hari ini,” ujar Jim Wyckoff.

Wyckoff menilai rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) April pada Kamis besok akan dipantau ketat. Data ini menjadi acuan penting untuk mengukur tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Secara teknis, pergerakan harga emas saat ini masih cenderung melemah.

“Teknis jangka pendek masih mendukung penurunan, jadi hal itu juga memicu beberapa penjualan teknis,” tambah Wyckoff.

Di sisi lain, perbankan investasi UBS mengambil langkah konservatif. Mereka memangkas target harga emas akhir tahun sebesar USD 400 menjadi USD 5.500 per ons troi. Hal ini disebabkan oleh risiko persisten dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan mata uang dolar AS.

Tren penurunan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot jatuh 2,1% ke level USD 76,43 per ons troi. Platinum juga melemah 0,9% menjadi USD 1.950,71 per ons troi. Sementara itu, paladium terkoreksi tipis 0,2% ke posisi USD 1.396,26 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Dunia Melonjak di Tengah Harapan Damai AS-Iran, Investor Mulai Berburu Safe Haven

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat lebih...

Negosiasi AS-Iran Berjalan Mulus, Harga Minyak Dunia Terpangkas 7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 7%...

Sinyal Damai AS-Iran Makin Kuat, Harga Minyak Dunia Langsung Ambles 5%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 5%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru