STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026) waktu setempat. Investor mengkhawatirkan munculnya kembali ketegangan perdagangan transatlantik. Selain itu, perkembangan konflik di Timur Tengah terus menjadi perhatian utama pasar.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,99% ke posisi 605,51. Indeks CAC 40 Perancis merosot 1,71% ke level 7.976,12. FTSE MIB Italia jatuh 1,59% ke posisi 47.478,13.
Indeks FTSE 100 Inggris melemah tipis 0,14% ke level 10.363,93. DAX Jerman berkurang 1,24% ke posisi 23.991,27. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol anjlok 2,39% ke level 17.356,10.
Pelemahan ini dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat pekan lalu. Trump mengancam akan meningkatkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25%. Langkah tersebut mengejutkan pelaku pasar meski Mahkamah Agung AS sebelumnya telah membatalkan sebagian besar agenda tarif miliknya.
Sektor otomotif Eropa langsung rontok merespons ancaman kenaikan pajak impor tersebut. Saham pembuat suku cadang Continental merosot 4,6% dan berada di posisi terbawah indeks Stoxx 600. Saham Mercedes Benz ikut terjun 3,4%, sedangkan Volkswagen kehilangan nilai lebih dari 2%.
Menanggapi tekanan ini, Komisi Eropa menyatakan kesiapannya untuk merespons kebijakan AS tersebut. Lembaga eksekutif Uni Eropa ini terus mempertimbangkan berbagai langkah balasan yang diperlukan.
“Komisi Eropa menyatakan pihaknya terus menjaga segala opsi dalam hal tanggapannya,” tulis laporan Hugh Leask dan Elsa Ohlen dari CNBC.
Di sisi lain, saham Nokia justru melawan arus dengan kenaikan 7,4%. Lonjakan ini membawa keuntungan saham perusahaan telekomunikasi asal Finlandia tersebut mencapai lebih dari 100% sepanjang tahun ini. Sentimen positif datang dari rencana Inseego mengakuisisi bisnis akses nirkabel tetap milik Nokia.
Ketegangan di Timur Tengah juga menambah beban pasar saham namun mengerek harga energi. Presiden Trump meluncurkan “Project Freedom” untuk mengawal kapal komersial di Selat Hormuz. Inisiatif ini dikabarkan melibatkan 15.000 tentara dan 100 pesawat tempur.
Laporan United Kingdom Maritime Trade Operations menambah kecemasan investor. Sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil di utara kota Fujairah, Uni Emirat Arab. Kabar ini mendorong kenaikan harga komoditas minyak secara signifikan.
Minyak mentah Brent naik lebih dari 5% menjadi sekitar USD 114 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) merangkak naik 3% hingga melewati level USD 105 per barel.
Terkait pengamanan jalur laut, Trump memberikan instruksi khusus kepada perwakilannya. Hal ini bertujuan menjamin keamanan kru dan kapal kargo yang terjebak di wilayah konflik.
“Saya telah memberitahu Perwakilan saya untuk memberi tahu mereka kami akan menggunakan upaya terbaik untuk mengeluarkan Kapal dan Kru mereka dengan selamat dari Selat tersebut,” tegas Trump dalam unggahan media sosial miliknya.
