STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Pusat Statistik mengumumkan, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada Januari-Maret 2026 (kuartal I 2026) mengalami surplus US$5,55 miliar. Ini berasal dari surplus sektor nonmigas US$10,63 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$5,08 miliar.
Menurut BPS, Senin (04/5/2026), nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar, atau naik 0,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 0,98% menjadi US$63,60 miliar. Sementara pada Maret 2026, ekspor mencapai US$22,53 miliar, turun 3,10% dibanding Maret 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Maret 2026 turun 2,52% menjadi US$21,25 miliar.
Nilai impor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$61,30 miliar atau naik 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,16% menjadi US$52,97 miliar.
Sementara pada Maret 2026, impor mencapai US$19,21 miliar, naik 1,51R dibandingkan Maret 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 1,54% menjadi US$16,04 miliar.
