OCBC Indonesia (NISP) Bidik Tambahan AUM Rp89,8 Triliun Usai Caplok Bisnis Wealth Management HSBC

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC Indonesia resmi menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia). Kesepakatan ini terkait akuisisi aset dan liabilitas dari lini bisnis ritel dan manajemen kekayaan (International Wealth and Premier Banking/IWPB) milik HSBC di Indonesia. Penandatanganan transaksi berlangsung pada 4 Mei 2026.

Langkah ini akan mendatangkan lebih dari 336.000 nasabah baru bagi OCBC Indonesia. Perusahaan juga mendapat tambahan aset kelolaan (AUM) senilai Rp89,8 triliun. IWPB Indonesia melayani pelanggan ritel melalui 26 cabang. Aksi korporasi ini mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong perpindahan waralaba.

Total AUM yang dialihkan terdiri dari beberapa instrumen. Investasi nasabah dalam obligasi, reksa dana, serta asuransi tercatat sebesar Rp58,2 triliun. Simpanan nasabah mencapai Rp31,6 triliun. Portofolio kredit ritel kecil senilai Rp3,6 triliun juga ikut beralih ke OCBC Indonesia. Seluruh data ini tercatat belum diaudit per 31 Desember 2025.

Penyelesaian transaksi diproyeksikan terjadi pada kuartal kedua 2027. Tanpa memperhitungkan biaya transaksi satu kali, langkah ini diperkirakan memberi dampak positif terhadap pendapatan OCBC Indonesia.

Pasca penyelesaian, AUM OCBC Indonesia diperkirakan melonjak sekitar 25%. Saldo kartu kredit diprediksi melesat lebih dari 150%. OCBC Indonesia juga akan menerima tambahan sekitar 1.300 karyawan. Hal ini semakin meningkatkan kapabilitas penyediaan layanan pengelolaan kekayaan terintegrasi.

Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, menilai aksi korporasi ini sangat penting bagi prospek perseroan ke depan.

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia,” ujar Parwati dalam siaran pers dikutip Selasa (5/5/2026).

Nilai total transaksi akuisisi ini belum dipublikasikan. Angkanya ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan pembeli dan penjual. Penentuan nilai turut mempertimbangkan prospek bisnis dan potensi sinergi. Nilai final baru akan diumumkan setelah seluruh proses penyelesaian rampung.

Selama masa transisi, OCBC berjanji bekerja sama erat dengan HSBC. Keduanya ingin menjamin proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan lancar. Dana nasabah dipastikan tetap aman sesuai aturan berlaku.

OCBC telah memiliki rekam jejak lebih dari 85 tahun di Indonesia. Per 31 Maret 2026, bank ini mengoperasikan 201 jaringan kantor di 54 kota. Fasilitasnya didukung oleh 510 ATM OCBC. Jaringan ini terhubung ke sekitar 85.000 ATM di seluruh Indonesia. Nasabah juga terkoneksi dengan lebih dari 400 ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia. Layanan digital turut menunjang seluruh transaksi individu maupun korporasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Semen Indonesia (SMGR) Siapkan Rp730,24 Miliar Bayar Obligasi Jatuh Tempo Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)...

Jual Aset ke Siloam Rp33,8 Miliar, LPKR Perkuat Neraca dan Arus Kas

STOCKWATCH.ID (Tangerang) – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru