STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melaporkan data terbaru registrasi saham untuk periode Maret 2026. Laporan bulanan ini diterbitkan oleh PT Ficomindo Buana Registrar selaku Biro Administrasi Efek.
Total saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan tercatat sebanyak 5,3 miliar lembar. Komposisi kepemilikan menunjukkan dominasi kuat dari investor domestik.
Kepemilikan investor lokal meningkat menjadi 5,09 miliar saham atau setara 96,020%. Angka ini bertambah sekitar 2,17 juta saham dibandingkan posisi Februari 2026.
Sebaliknya, porsi kepemilikan asing mengalami penurunan. Investor asing kini memegang 211,29 juta saham atau sekitar 3,980%. Jumlah tersebut berkurang 2,17 juta saham dari bulan sebelumnya.
Dalam laporan tersebut, terdapat dua pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%. Keduanya secara total menguasai 3,16 miliar saham atau 59,698% dari seluruh saham beredar.
PT Investasi Sukses Bersama menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 2,88 miliar saham atau 54,423%. Sementara itu, Djoni memiliki 280 juta saham atau setara 5,275%.
Adapun pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% secara kolektif menggenggam 2,13 miliar saham atau sekitar 40,302%. Jumlah pemegang saham publik tercatat sebanyak 64.737 pihak hingga akhir Maret 2026.
Komposisi tersebut membuat perseroan memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2020 terkait insentif penurunan tarif pajak penghasilan bagi emiten.
Perseroan juga telah memenuhi persyaratan jumlah pemegang saham selama 90 hari kalender hingga Maret 2026. Hal ini sebagaimana dikutip dalam laporan PT Ficomindo Buana Registrar.
“Paling sedikit 40% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor dicatatkan di bursa efek di Indonesia,” tulis laporan tersebut terkait syarat insentif pajak.
Dari sisi sebaran wilayah, investor perseroan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, dengan 18.098 investor yang menguasai sekitar 4 miliar saham atau 75,382% dari total kepemilikan.
